Jelang lebaran, tren pemesanan dan hunian hotel meningkat tajam

PERISTIWA | 15 Juni 2017 12:05 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Lebaran tinggal menghitung hari. Momen ini merupakan tradisi bagi masyarakat Indonesia untuk menjalankan tradisi pulang kampung, atau biasa dikenal mudik. Maka, jangan heran jika hampir seluruh moda transportasi sudah habis terjual sejak jauh-jauh hari dan hanya menyisakan satu alternatif lain, yakni menggunakan kendaraan pribadi atau bus yang sarat dengan kemacetan.

Tak cuma transportasi, sejumlah tempat penginapan seperti hotel maupun vila juga ikut penuh akibat di-booking sejak jauh-jauh hari. Alhasil hotel-hotel kekurangan kamar untuk disewa dan angkutan umum overload hingga kekurangan tempat hingga membuat harga melonjak dengan cepat.

Dari data internal pegipegi.com, ditemukan tren peningkatan pemesanan tiket pesawat maupun hotel yang terjadi sejak dua minggu sebelum keberangkatan. Berdasarkan catatan itu, peningkatan terbesar justru berlangsung seminggu sebelum lebaran dan kenaikannya mencapai 1,3 kali lipat dibanding hari biasa dan diperkirakan akan terjadi kembali di tahun ini.

Pegipegi memprediksi tingkat pemesanan tiket pesawat untuk periode lebaran akan terjadi pada dua minggu sampai seminggu setelah lebaran, tepatnya pada 11 Juni-8 Juni. Untuk menghindari terjadinya kesalahan booking antara hotel, pegi-pegi telah berupaya keras untuk meminimalisir hal tersebut.

"Pegi-pegi tidak hanya berada di Jakarta, ada di Bandung, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya. Nah, di luar lima kota besar itu kami punya tim untuk menelepon, mereka ini yang terus berhubungan baik dengan klien," ujar Senior Manager Sales pegipegi, Humutur Hutapea saat ditemui di Kaffeine, The Foundry No. 8, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (14/6).

Lonjakan penginapan di hotel ini terjadi justru pada minggu lebaran dan peningkatannya mencapai tiga kali lipat dibanding hari biasa. Kondisi ini terjadi karena libur lebaran bersamaan dengan masa liburan anak sekolah.

Berbeda dari pemesanan moda transportasi, masih ada kecenderungan masyarakat memesan kamar secara dadakan (last minute booking), atau tiga hari sebelum kedatangan. Kebiasaan ini terus berlangsung bagi mereka yang melakukan pemesanan melalui smartphone, tapi tidak sedikit pula yang sudah mempersiapkan akomodasi kurang dari dua minggu sebelum menginap.

Dari data itu, maka diperkirakan puncak pemesanan akan terjadi sebelum hingga seminggu sesudah lebaran, tepatnya pada 18 Juni-8 Juli 2017.

"Melihat hal ini, kami menyarankan masyarakat untuk sesegera mungkin melakukan pemesanan tiket pesawat dan hotel melalui OTA seperti pegipegi, agar bisa langsung membandingkan harga atau fasilitas secara detail. Selain itu, manfaatan berbagai promo yang kami tawarkan sebagai antisipasi terjadinya lonjakan harga jelang libur lebaran tahun ini," sahut CEO pegipegi, Takeo Kojima.

Untuk menghadapi musim mudik kali ini, pegipegi sudah menyiapkan promo khusus Ramadan yang berlangsung selama 12-20 Juni berupa diskon hotel sampai Rp 1,5 juta dan diskon tiket pesawat hingga Rp 100 ribu.

(mdk/war)