Jelang Lebaran, Wakil Ketua MPR Ingatkan Masyarakat Patuhi Protokol Covid-19

Jelang Lebaran, Wakil Ketua MPR Ingatkan Masyarakat Patuhi Protokol Covid-19
PERISTIWA | 22 Mei 2020 22:09 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol penanganan virus Corona (Covid-19), yaitu menjaga jarak fisik dan sosial, menjelang hari Raya Idul Fitri.

"Virus Corona masih menjadi ancaman bagi kita semua. Karena itu di bulan Syawal ini, itu akan menjadi cara kita merayakan Hari Raya Idul Fitri ini. Saya berharap, meskipun physical distancing-social distancing, kita tidak akan kehilangan makna dari Idul Fitri itu sendiri," ujar Muzani dalam keterangan seperti dilansir Antara, Jumat (22/5).

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu mengatakan perayaan Hari Raya Idul Fitri kali ini terasa berbeda. Lebaran kali ini, kata Muzani, adalah Lebaran pertama dalam sejarah yang dilakukan tanpa bersalaman (jabat tangan) untuk bermaaf-maafan.

Dia mengatakan rutinitas tahunan itu dilarang pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus Corona. Walau begitu, Muzani menekankan hal terpenting dalam berlebaran, yakni membuka pintu maaf tanpa perlu seseorang terlebih dahulu mengucapkan permohonan maaf.

"Memberi maaf nilainya lebih tinggi daripada kita meminta maaf. Tanpa perlu orang, sahabat, kawan-kawan, saudara-saudara kita memohon maaf-meminta maaf, kita harus memberi maaf kepada mereka," ujar Muzani.

Dia menambahkan, memberi maaf tanpa perlu meminta maaf adalah esensi dari bermaaf-maafan yang sejati. Menurut Muzani, memberi maaf dapat memberi energi positif bagi bangsa Indonesia di dalam menghadapi pandemi virus Corona saat ini.

"Saling memaafkan menjadi energi positif bagi bangsa. Dan semangat baru dalam menghadapi pandemik Covid-19," ujar dia.

Tidak hanya itu, Muzani pun mengingatkan kepada seluruh umat Islam agar selalu menjaga semangat Bulan Suci Ramadan dengan tetap menjaga ibadah. Begitu juga dengan sikap saling berbagi yang diajarkan lewat kewajiban membayar zakat.

Sikap saling tolong-menolong dalam zakat tersebut diyakini dapat memperkuat solidaritas untuk meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa.

"Kita harus bersedekah, saling berbagi, bahu-membahu kepada sesama sebagai bentuk solidaritas dan ketaatan kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala," tutur Muzani. (mdk/ray)

Baca juga:
Bertambah 5 Pasien, Total 100 Orang Sembuh dari Corona di Kaltim
Penjelasan Wali Kota Risma Soal Angka Kasus Covid-19 Melonjak di Surabaya
Anies: Tidak Ada Zona Merah Kuning Hijau di Wilayah Jabodetabek, Semua Sama
Pasien Covid-19 Sembuh di Bali Bertambah Jadi 284 Orang Per 22 Mei
Anies: Kasus Covid-19 di Jakarta Membaik Tapi Risiko Gelombang Kedua Juga Tinggi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami