Jelang Musim Tanam, Kemendes Rintis Program Smart Farming 4.0

PERISTIWA » MALANG | 18 November 2019 16:12 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi bersama dengan PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) merintis pengembangan Smart Farming 4.0 di Kabupaten Situbondo sejak 2018.

Smart Farming 4.0 merupakan metode pertanian cerdas berbasis teknologi, dimana terdapat beberapa teknologi yang digunakan diantaranya agri drone sprayer (drone penyemprot pestisida dan pupuk cair), drone surveillance (drone untuk pemetaan lahan) serta soil and weather sensor (sensor tanah dan cuaca).

Kunci utama dalam penerapan metode Smart Farming 4.0 adalah pada data yang terukur. Oleh karena itu, seluruh kegiatan tersebut terintegrasi dengan aplikasi berbasis android RiTx.

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT Samsul Widodo mengatakan, Kabupaten Situbondo dipilih menjadi salah satu pilot project karena memiliki potensi pertanian yang besar dengan lahan yang luas. Pilot project dilaksanakan di 250 hektar lahan dengan dukungan 1 unit soil and weather sensor.

"Contohnya terkait komoditas mangga yang banyak di Situbondo, dengan teknologi ini kita bisa mengetahui berapa ribu pohon mangga yang ada di Situbondo? Kondisinya seperti apa? Kapan berbunga? Kapan panen dan sebagainya. Sehingga kita bisa prediksi dan itu akan memudahkan Dinas Pertanian untuk mengatur logistiknya dan dijual kemana," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/11).

Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 di Kabupaten Situbondo merupakan kegiatan ke-4 yang dilaksanakan, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Garut, Pasaman Barat, dan Sukabumi. Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 dilaksanakan untuk menyambut musim tanam Oktober 2019–Maret 2020 dan rencananya akan dilaksanakan di 12 lokasi unggulan pangan di Indonesia.

12 Lokasi Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0

1. Garut, Jawa Barat

2. Pasaman Barat, Sumatera Barat

3. Sukabumi, Jawa Barat

4. Situbondo, Jawa Timur

5. Dairi, Sumatera Barat

6. Brebes, Jawa Tengah

7. Banyuwangi, Jawa Timur

8. Badung, Bali

9. Ponorogo, Jawa Timur

10. Lombok Timur, NTB

11. Cianjur, Jawa Barat

12. Malang, Jawa Timur.

Baca juga:

'Jan Ethes SP1' Jadi Nama Varietas Anggur baru

Minimalisir Kerugian di Musim Kering, Jasindo Sarankan Petani Ikut Asuransi

3 Target 100 Hari Program Kerja Mentan Syahrul, Termasuk Penggunaan Kecerdasan Buatan

Pengusaha Keluhkan Minimnya Investasi dan Pembiayaan di Sektor Pertanian

Pengusaha Rapat Besar Bahas Produktivitas dan Daya Saing Pertanian

Sinergikan Data Lahan Pertanian, Mentan Syahrul Temui Menteri Sofyan

(mdk/fik)