Jelang Pelantikan Presiden, Masyarakat Suku Tengger Gelar Doa Bersama di Pura

PERISTIWA | 18 Oktober 2019 04:53 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Pelantikan presiden-wapres tinggal tiga hari. Antusiasme atas pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin terjadi di berbagai tempat. Salah satunya oleh Suku Tengger, salah satu suku minoritas Hindu yang mendiami lereng Pegunungan Bromo, Lumajang, Jawa Timur.

Ratusan masyarakat Suku Tengger yang memang beragama Hindu, sejak Kamis (17/10) sore, berkumpul di Pura Sanggar Agung, yang ada di Desa Argosari Kecamatan Senduro, Lumajang. Mereka menggelar doa bersama agar acara pelantikan orang nomor satu di Indonesia tersebut berjalan aman dan kondusif.

"Kami ingin melihat kedamaian di negeri ini. Kita semua tak sama, lahir dan dibesarkan pun dalam proses yang berbeda-beda. Sudah sewajarnya kita semua menerima perbedaan," ujar Karole, salah satu tokoh masyarakat Suku Tengger yang ikut dalam acara tersebut.

Selain mendoakan proses pelantikan berjalan lancar, mereka juga berharap pemerintahan mendatang mampu memenuhi janji-janjinya selama kampanye.

"Kami warga Tengger memiliki harapan tinggi kepada Presiden terpilih agar mampu membawa negara kita ini semakin maju dan disegani oleh bangsa lain," ungkap Karole yang berprofesi sebagai petani sebagaimana kebanyakan masyarakat Tengger lainnya.

Doa bersama ini mereka lakukan karena dalam setiap tahapan Pemilu 2019 kemarin, kerap diwarnai dengan ketegangan. Puncaknya saat pengumuman Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada tanggal 21-22 Mei 2019, terjadi bentrok antara polisi dengan sekelompok masyarakat yang tak puas dengan hasil penghitungan oleh pihak KPU.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, yang turut diundang dalam acara tersebut menyatakan, pihaknya siap menjamin keamanan Lumajang jelang dan pasca pelantikan Presiden-Wapres pada 20 Oktober 2019 mendatang.

"Seluruh personel kita telah siap seratus persen dalam pengamanan pelantikan Presiden dan wakil Presiden yang akan digelar pada tanggal 20 Oktober besok. Selain anggota Polri, kami juga akan bahu membahu bersama TNI serta dari unsur Satgas Keamanan Desa agar wilayah hukum Polres Lumajang tetap dalam keadaan aman dan damai," terang Arsal.

Suku Tengger selama ini dikenal memiliki kekhasan budaya tersendiri. Selain beragama Hindu yang berbeda dengan kebanyakan masyarakat Lumajang yang muslim, Suku Tengger juga tradisi yang sangat berkaitan erat dengan gunung Bromo. Keunikan suku ini memiliki bahasa, kepercayaan dan kebudayaan yang terbilang unik. Masyarakat Tengger yang bermukim di sekitar gunung Bromo ini terkenal dengan upacara yadnya kasada.

Keunikan lain dari suku ini adalah mereka mempunyai penanggalan sendiri selain penanggalan Masehi. Ada beberapa pendapat mengenai asal-usul nama Tengger. Beberapa sejarawan dan antropolog menduga, Suku Tengger berasal dari pelarian kerajaan Majapahit.

Baca juga:
Meski Ekonomi Tak Meroket, Presiden Jokowi Cetak Prestasi ini di 5 Tahun Pertama
Pelantikan Presiden dan Wapres, PDIP Solo Tak Gelar Tasyakuran
Polisi Perketat Penjagaan Komplek Parlemen dengan Anjing Pelacak
VIDEO: Melihat Persiapan MPR Jelang Pelantikan
CFD Ditiadakan Saat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden
Kompleks Parlemen Bersolek Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

(mdk/ded)