Jelang Pelimpahan Tahap Dua, Ferdy Sambo dan Bharada E Bakal Satu Sel?

Jelang Pelimpahan Tahap Dua, Ferdy Sambo dan Bharada E Bakal Satu Sel?
Ferdy Sambo Peluk Erat Istri Saat Rekonstruksi. ©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 30 September 2022 07:12 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Setelah kurang lebih dua bulan Tim Khusus Polri melakukan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J alias Nopriansyah Yoshua Hutabarat, akhirnya Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas tersangka Ferdy Sambo dan kawan-kawan lengkap atau P21.

Ketika berkas dinyatakan lengkap, kini Kejagung dan Polri tengah bersiap untuk proses pelimpahan barang bukti dan tersangka kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice (OOJ) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, Senin (3/10) mendatang.

Menjelang pelimpahan tahap dua dilakukan, muncul sebuah pertanyaan apakah nantinya mereka ditempatkan dalam sel yang sama? mengingat selama ini para tersangka Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR dan asisten rumah tangga bernama Kuwat Maruf, serta istri Sambo Putri Candrawathi ditempatkan terpisah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana menyampaikan belum bisa menjawab hal tersebut karena pelimpahan belum dilakukan.

"Lihat ke depan (nanti), tahap dua saja belum," singkat Ketut saat dihubungi merdeka.com, Jumat (30/9).

Di mana diketahui jika selama ditetapkan sebagai tersangka, kelima tersangka terkhusus Bharada E dan Ferdy Sambo ditempatkan dalam sel terpisah. Di mana Bharada E berada di Rutan Bareskrim sedangkan Ferdy Sambo di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Sedangkan untuk Kejari Jakarta Selatan sampai saat ini tinggal menunggu untuk penyerahan tersangka dan barang bukti dengan koordinasi antara Kejagung, Kejaksaan Tinggi dan Bareskrim Polri.

"Untuk pelimpahan kami menunggu pelaksanaannya, kami tentu sudah ada juga persiapan untuk penyerahan tersangka dan barang bukti," kata Kepala Kejari Jakarta Selatan Syarief Sulaeman Nahdi.

Soal teknis pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polri ke kejaksaan, Syarief menjawab hal tersebut berdasarkan keputusan nanti apakah para tersangka digabung atau tidak. "Ya (penahanan) itu entar dulu menunggu pelimpahan," kata dia.

Tahap kedua nanti juga berlaku untuk ketujuh tersangka terkait obstruction of justice. Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

2 dari 3 halaman

Pengacara Bharada E Minta Dipisah

Sementara terkait persiapan pelimpahan para tersangka, Pengacara Bharada E alias Richard Eliezer, Ronny Talapessy meminta kliennya tetap dipisahkan penempatan selnya.

"Nanti kita bermohon (dibedakan selnya) juga," kata Ronny saat dihubungi merdeka.com, Kamis (29/9).

Ronny menilai memang seharusnya sebagai saksi Justice Collaborator (JC) yang bekerja sama mengungkap kasus atas kasus pembunuhan Brigadir J, Bharada E harus dibedakan selnya.

"Sampai saat ini memang sebagai JC tahanannya dipisah. Jadi seharusnya sebagai status JC tetap dipisah tahanannya," terangnya.

Sementara untuk saat ini, Ronny mengatakan jelang proses tahap kedua oleh penyidik ke Kejari Jakarta Selatan, pihaknya tengah fokus menjaga mental Bharada E.

"Kami fokus untuk persiapan mental dari klien kami mengingat klien kami adalah saksi kunci yang sudah berani mengungkap kebenaran. Selanjutnya Kita tunggu jadwal untuk Tahap II," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Tahap Kedua Pekan Depan

Sebelumnya, Polri menyatakan bakal melakukan penyerahan tersangka beserta barang bukti atau tahap kedua terkait perkara dugaan pembunuhan berencana dan Obstruction of Justice ke Kejaksaan Agung. Penyerahan ini rencananya bakal dilakukan pada Senin (3/10) mendatang.

"Insya Allah untuk rencana pelimpahan Tahap II akan dilaksanakan penyerahan tersangka serta barang bukti pada hari Senin, tanggal 3 Oktober 2022. Rencana awal sementara ini ya, apabila nanti ada perubahan nantinya akan saya sampaikan kepada rekan-rekan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (28/9).

Ia menyebut, untuk tahap kedua ini nantinya akan dilakukan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung.

"Untuk tempat penyerahannya direncanakan di Bareskrim ya. Jadi pada hari Senin, 3 Oktober 2022. Sekali lagi saya sampaikan, untuk penyerahan Tahap II baik tersangka maupun barang bukti, akan kita serahkan kepada Jaksa Penuntut Umum," sebutnya.

Ia menegaskan, dengan lengkapnya berkas perkara tersebut dan segera dilimpahkannya tersangka dan barang bukti ini merupakan wujud komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam mengusut kasus tersebut.

"Sekali lagi, komitmen dari Bapak Kapolri untuk segera menuntaskan kasus ini, dan dibuka apa adanya dan ini juga kita buktikan berkas perkara, 12 berkas perkara yang kita kirim ke JPU semuanya sudah dinyatakan lengkap dan P21 ya," tegasnya.

Di mana dalam kasus pembunuhan Brigadir J, sejauh ini kepolisian telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan asisten rumah tangga Kuwat Maruf, serta istri Sambo Putri Candrawathi.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. Empat tersangka sudah ditahan, sementara Putri masih menunggu pemeriksaan selanjutnya.

Sementara tujuh orang ditetapkan tersangka terkait obstruction of justice dalam kasus ini. Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Mereka diduga melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

(mdk/cob)

Baca juga:
Siapa Mafia Hukum Disebut-Sebut LPSK Menghalangi Penyidikan Kasus Brigadir J?
Polri Sudah Kirim Surat Pemecatan Ferdy Sambo ke Sekmil
Kubu Brigadir J Minta Febri dan Rasamala Buka Dugaan Amplop Sambo ke Sejumlah Pihak
Pertama Kali, Kekasih Brigadir J Muncul Tanggapi Kasus Ferdy Sambo Cs
Pelototi Kasus Ferdy Sambo Cs, KY Pertimbangkan Safe House Cegah Hakim Diintimidasi
Keluarga Brigadir J: PC Tak Ditahan Alasan Kemanusiaan Seolah-olah itu Margasatwa

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini