Jelang Pengumuman KPU, Polda Lampung Kirim Pasukan ke Jakarta

PERISTIWA | 20 Mei 2019 08:34 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Lampung mengirimkan pasukan dari Satuan Korps Brimob dan Sabhara ke Jakarta untuk membantu Polda Metro Jaya dalam rangka mengamankan pleno di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada tanggal 22 Mei 2019.

"Itu perkuatan yang memang diperlukan untuk membantu polda-polda yang terdekat dalam memperkuat situasi keamanan yang ada di Jakarta, khususnya pengamanan pleno," kata Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Zahwani Pandra Arsyad di Bandarlampung, seperti dilansir Antara, Senin (20/5).

Pandra melanjutkan ada ratusan personel yang telah dikirim ke Jakarta sejak beberapa pekan lalu. Rencana pasukan tersebut akan melakukan pengamanan di KPU RI yang akan berlangsung hingga pelaksanaan pleno berakhir.

"Biasanya memang polda yang bersebelahan dengan Polda Metro selalu diminta bantuan guna perkuatan keamanan hingga batas waktu berakhir," katanya.

Pandra menambahkan pasukan yang telah dikirim dalam melakukan pengamanan itu diperlengkapi dengan senjata lengkap mulai dari pentungan, gas air mata, hingga senjata api.

Namun lanjut Pandra, semuanya kembali pada tahapan penggunaan kekuatan seperti yang diatur dalam Peraturan Kapolri No1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian (Perkap No 1/2009) pasal 5 ayat (1) Perkap No 1/2009.

"Menggunakan kekuatan itu ada enam tahapan di antaranya kekuatan yang memiliki dampak pencegahan, perintah lisan, kendali tangan kosong lunak, kendali tangan kosong keras, kendali senjata tumpul seperti senjata kimia antara lain gas air mata, semprotan cabai atau alat lain sesuai standar Polri dan terakhir kendali dengan menggunakan senjata api atau alat lain yang menghentikan tindakan atau perilaku kejahatan atau tersangka yang dapat menyebabkan luka parah atau kematian anggota Polri atau anggota masyarakat," terangnya.

Baca juga:
Sinta Wahid Ajak Masyarakat Tenang dan Terima Hasil Pemilu 2019
Habibie Imbau Semua Pihak Hindari Tindakan yang Mempertajam Perpecahan Bangsa
Panitia Tur Jihad Minta Maaf, Mau Belanja ke Tanah Abang Bukan Ikut People Power
Sandiaga Pesan ke Peserta Aksi 22 Mei: Tidak Anarkis dan Provokatif
Hendropriyono: Kekuatan Massa Prabowo-Sandiaga Sudah 'Ompong'
Akbar Tandjung: Apa Relevansinya Melakukan People Power Tolak Pemilu?

(mdk/eko)