Jelang Summit Kota Sehat, Belasan Lapak PKL di Semarang Dirobohkan

Jelang Summit Kota Sehat, Belasan Lapak PKL di Semarang Dirobohkan
Lapak liar pedagang di Kota Semarang dirobohkan Satpol PP. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 22 Maret 2022 00:34 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Satpol PP Kota Semarang merobohkan belasan lapak pedagang kaki lima (PKL) dan spanduk liar di sepanjang Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, hingga Jalan RM Hadi Soebeno, Mijen, Senin (21/3). Lapak tersebut dirobohkan agar lingkungan terlihat tertib dan bersih menyusul gelaran acara Summit Kota Sehat (Healt Cities) yang diikuti berbagai pemerintah daerah selama 27 hingga 30 Maret 2022 di Kota Semarang.

"Kita bongkar semua 15 lapak tak berizin dan 20 spanduk liar biar Kota Semarang lebih bagus. Sebab, sebentar lagi ada Summit Kota Sehat. Semua harus tertib dan harus punya izin kalau berdagang," kata Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto, Senin (21/3).

Dia menyebut khusus perobohan lapak pedagang di Mijen, juga karena ada proyek pelebaran jalan. Kepada pedagang dan masyarakat agar tidak berdagang secara liar.

"Kita akan terus keliling sidak pedagang liar. Kalau ada, kita tertibkan, barang kita angkut," ungkapnya.

Terkait 20 spanduk yang disita oleh petugas seperti spanduk warung makan, spanduk pangkalan ojek dan spanduk tempat usaha yang terpasang secara liar dan berada di tempat tidak semestinya. Sehingga spanduk itu merusak keindahan Kota.

"Spanduk spanduk yang menyalahi aturan tidak ada izinnya kita copoti," terangnya.

Pemasangan spanduk tertentu harus ada izin dan sesuai tempatnya. Selain itu spanduk dilarang dipasang di tempat sembarangan. Hal itu karena telah diatur dalam peraturan daerah Kota Semarang. Kelurahan sudah berulang kali memberitahu, namun pihak pemilik tidak ada yang mau bongkar.

"Maka terpaksa kita turun tangan lepas spanduk spanduk itu," tandasnya.

Baca juga:
Bakal Wujudkan Malioboro Jadi Galeri Terpanjang se-Indonesia, Ini Tanggapan Pemda DIY
Satpol PP Sebut Jualan di Trotoar Langgar Aturan, Begini Nasib Para PKL di Magetan
Para Pengusaha Toko Siap Percantik Lorong Malioboro, Begini Penataannya
Kisah Ratusan PKL Jualan di Pinggir Jalan, Sadar Ganggu Pengendara tapi Butuh Uang
Pemda DIY Targetkan PKL Malioboro Sudah Pindah ke Tempat Relokasi 8 Februari
Wakil Wali Kota Yogyakarta Sebut Relokasi PKL Tak Mengubah Identitas Malioboro

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini