Jenazah Jamaluddin korban kecelakaan pesawat di Papua akan dibawa ke Makassar

Jenazah Jamaluddin korban kecelakaan pesawat di Papua akan dibawa ke Makassar
Rumah duka Jamaluddin korban kecelakaan pesawat Dimonim Air. ©2018 Merdeka.com
PERISTIWA » MAKASSAR | 13 Agustus 2018 11:03 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Jamaluddin (42), warga Makassar, merupakan satu dari sembilan korban kecelakaan pesawat Dimonim Air di Gunung Menuk, Kabupaten Pegunungan Bintang, Oksibil Papua, Sabtu, (11/8). Dia naik pesawat bersama J (12), anak bungsunya. J satu-satunya penumpang yang selamat, dan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura karena luka parah.

Rencananya, Senin (13/8) sore ini, jenazah Jamaluddin diterbangkan ke Makassar, diantarkan oleh sang istri Diana dan Acce juga salah satu anaknya. Keduanya selamat dari musibah karena tidak ikut dalam penerbangan memilukan tersebut.

Sementara di rumah duka pagi ini, Jalan Daeng Tawalla, Lorong 5, Kecamatan Manggala, Makassar sudah mulai ramai. Pelayat berdatangan.

Haji Daeng Bollo (60), kakak kandung almarhum Jamaluddin mengatakan, adiknya berada di Papua sejak tiga tahun lalu. Dia memboyong keluarganya untuk mencari rejeki. Sementara anak sulungnya, Hendra seorang pelaut tidak ikut orang tuanya.

"Sudah tiga tahun di sana, sempat kerja ojek tapi sekarang sudah pegang-pegang proyek," kata Haji Daeng Bollo sembari terisak.

Jamaluddin mengajak anaknya berangkat ke Distrik Tana Merah untuk menjenguk Rahman, saudaranya yang lagi sakit. Sepulang dari Tana Merah itulah, terjadi musibah pesawat jatuh.

Diketahui, para korban berhasil dievakuasi tim SAR sehari setelah kejadian, Minggu (12/8). Adapun nama-nama awak pesawat dan penumpang di pesawat Dimonim Air adalah Lessie (Pilot), Wayan Sugiarta (Co Pilot) dan penumpang masing-masing Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin dan anaknya J serta Naimus. (mdk/cob)

Baca juga:
Evakuasi korban pesawat Demonim jatuh di Oksibil terkendala cuaca
Anak 12 tahun korban selamat pesawat Dimonim jatuh dirawat di RS Bhayangkara Papua
Menhub: KNKT masih selidiki penyebab pesawat jatuh di Papua tewaskan 8 orang
Anak 12 tahun selamat di tengah bahaya lokasi jatuhnya Demonim Air
Jasa Raharja beri santunan korban Pesawat Dimonim
Pesawat Dimonim Air ditemukan: 8 Tewas, anak usia 12 tahun selamat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami