Jenazah Muslihan DS Dikebumikan di Makam Pahlawan Kota Bengkulu

Jenazah Muslihan DS Dikebumikan di Makam Pahlawan Kota Bengkulu
Muslihan DS Kampanye di Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 7 Desember 2020 19:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jenazah Muslihan Diding Soetrisno dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Balai Buntar Kota Bengkulu. Jenazah dilepas dengan upacara militer dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sebelumnya, Muslihan merupakan calon wakil Gubernur (Cawagub) Bengkulu nomor urut 01, yang berpasangan dengan Cagub Helmi Hasan. Meski Muslihan telah berpulang, Helmi akan tetap maju pada Pilkada 9 Desember 2020.

"Kita akan lanjutkan perjuangan beliau, semoga beliau mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah. Allah subhanahu wa ta'ala," ujar Helmi, Senin (7/12).

Muslihan memulai karirnya menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia. Kemudian dia didaulat menjadi Komandan Kodim 0407/Bengkulu (1988-1991), Aster Kasdam II/Sriwijaya (1993-1994), Pamen Denma (1999-2000), dan Widyaiswara Muda Lemhannas (2000-2001). Muslihan juga pernah tergabung dalam dalam tim operasi di Timor Timur 1976.

Setelah pensiun dari kemiliteran, Muslihan pernah menjabat Bupati Bengkulu Utara periode 2001-2006, Bupati Rejang Lebong periode 1994-1999 dan anggota DPRD Provinsi Bengkulu periode 2009-2014 serta Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bengkulu.

Muslihan Meninggal, Cawagub Tak Diganti

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Evi Novida Ginting Manik mengatakan, tak ada penggantian calon wakil gubernur (Cawagub) Bengkulu Muslihan Diding Sutrisno. Hal ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2010 dan PKPU Nomor 3 Tahun 2017, yang mengatakan partai tak bisa mengusulkan calon pengganti jika calon meninggal dunia kurang dari kurun waktu 29 hari.

"Tidak ada penggantian lagi, karena surat suara sudah dicetak," ujar Evi, Senin (7/12).

Evi mengatakan, pasangan Muslihan yakni calon gubernur Bengkulu Helmi Hasan tetap berhak mengikuti kontestasi Pilkada 2020, meskipun tanpa berpasangan. Karena surat suara yang dicetak sudah berisi gambar keduanya (Helmi-Muslihan) dan masih bisa digunakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Apabila kemudian terpilih, penggantian Cawagub dilakukan setelah mereka ditetapkan sebagai pasangan calon kepala daerah terpilih. Nanti ditetapkan baru kemudian ada pergantian," kata Evi.

Evi menambahkan, pihak KPU Provinsi Bengkulu wajib mengumumkan kepada masyarakat bahwa calon telah meninggal dunia. Guna menyamaratakan informasi.

"Agar semua masyarakat tahu, Jadi informasinya harus disebarluaskan," tutup Evi.

Kontributor: Roymond (mdk/hhw)

Baca juga:
Cawagub Bengkulu Nomor 1 Muslihan DS Meninggal Dunia
Bupati Situbondo Dadang Wigarto Meninggal Dunia karena Covid-19
Diego Maradona Meninggal, Presiden Argentina Umumkan Tiga Hari Berkabung Nasional
Diego Maradona, Si Pendek Jenius dan Gol 'Tangan Tuhan'
Legenda Sepakbola Maradona Meninggal Dunia

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami