Jenazah WN Selandia Baru Korban Penembakan KKB Diautopsi di Jakarta

Jenazah WN Selandia Baru Korban Penembakan KKB Diautopsi di Jakarta
PERISTIWA | 31 Maret 2020 21:24 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan jenazah Grame Thomas Wall, warga negara Selandia Baru yang menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kompleks PT Freeport Kuala Kencana telah diterbangkan ke Jakarta pada Selasa (31/3).

"Sudah dievakuasi ke Jakarta. Nanti di sana akan dilakukan autopsi dan selanjutnya dibawa ke negara asalnya di Selandia Baru," kata Irjen Waterpauw di Kuala Kencana dilansir Antara.

Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Binda) Papua Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon tiba di Timika dan langsung meninjau lokasi penembakan.

Dia dan rombongan harus mencarter pesawat dari Jayapura ke Timika lantaran sejak Kamis (26/3), Pemprov Papua menerbitkan instruksi pembatasan penerbangan penumpang di seluruh Provinsi Papua guna mencegah penularan virus corona.

Usai mengecek lokasi penembakan, Waterpauw menyebut ada beberapa petunjuk yang ditemukan di sekitar lokasi penembakan, termasuk jejak kaki para pelaku.

"Sementara ini petunjuk saja di sekitar Kantor OB (Office Building) I yang mengarah ke korban yang meninggal yaitu Mr Grame. Saya melihat jarak tembak antara pelaku dengan korban memang efektif. Kami juga menemukan jejak kaki pelaku di sekitar situ," jelas Waterpauw.

Mantan Kapolda Sumatera Utara itu memperkirakan para pelaku yang berjumlah lebih dari delapan orang yang membawa beberapa pucuk senjata api laras panjang terbagi dalam dua kelompok.

Satu kelompok menembak para korban (Grame Thomas Wall dan Jibril MA Bahar serta Yosephine) dari balik pepohonan hutan belantara yang berada di sisi kanan lokasi.

Sementara kelompok yang lain menembaki perkantoran Freeport, Kuala Kencana dari arah depan (utara), dengan posisi para penembak berada di sekitaran alun-alun Kuala Kencana.

1 dari 1 halaman

Waterpauw menduga para pelaku sudah terlebih dahulu masuk ke kawasan Kuala Kencana sebelum terjadi insiden penembakan itu.

"Mereka lebih dulu masuk ke sini. Bahkan Bapak Pangdam menduga sejak dari malam mereka sudah ada di posisi ini dengan memanfaatkan ruang dan keadaan alam itu sendiri. Perkiraan kami, lokasi ini memang sudah mereka gambarkan secara detil. Sepertinya mereka sudah sangat paham dengan wilayah ini dan sepertinya mereka sudah tahu arahnya untuk melakukan upaya efektif kepada siapa-siapa," kata Irjen Waterpauw.

Dia mengatakan polisi bersama TNI dan manajemen Freeport akan segera mengevaluasi pengamanan kompleks perkantoran Kuala Kencana, tempat-tempat vital dan strategis lainnya di kawasan itu.

Di sisi lain, katanya, tim gabungan Polri dibantu TNI tetap melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan di Kuala Kencana itu. (mdk/ray)

Baca juga:
Setelah Menembaki Kantor Freeport, KKB Pimpinan Joni Botak Kabur Ke Hutan
Kronologi KKB Tembak Kantor Freeport Hingga Menewaskan 1 Karyawan
Satu Karyawan Freeport yang Tewas Akibat Diserang KKB WN New Zealand
Kantor Freeport di Kuala Kencana Diserang KKB, 3 Karyawan Ditembak, 1 Meninggal
1.700 Warga Tembagapura Mengungsi Akibat KKB, Kapolda Papua Klaim Situasi Terkendali

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami