Jika Jadi Dirut BUMN, Ahok Diminta Ubah Gaya Komunikasi

PERISTIWA | 14 November 2019 09:53 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali muncul ke publik. Kali ini, Ahok santer bakal menjadi Dirut perusahaan BUMN setelah bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Anggota Komisi VI DPR Achmad Baidowi menyarankan Ahok mengubah gaya komunikasi saat memimpin perusahaan pelat merah. Politikus yang disapa Awiek itu menyoroti gaya Ahok yang terbilang emosional saat memimpin ibu kota.

"Ahok harus mengubah pola komunikasi dengan lebih mengedepankan empati bukan emosi dalam memimpin lembaga. Setiap persoalan bisa diselesaikan dengan baik-baik saja tanpa harus dengan emosi," ujar Awiek dalam keterangannya, Kamis (14/11).

1 dari 1 halaman

Ahok Harus Mundur dari PDIP

Sekretaris Fraksi PPP itu juga bilang, Ahok harus mundur sebagai kader PDI Perjuangan. Sebab, BUMN harus steril dari partai politik.

"Karena BUMN harus steril dari parpol, maka Ahok harus mundur dari parpol," tegasnya.

Selain itu, Awiek meminta harus ada target kinerja supaya Ahok bisa menjawab keraguan publik.

"Untuk menjawab keraguan publik, harus ada target waktu dan target pencapaian kinerja. Apalagi jika penempatannya nanti di BUMN yang perlu penanganan serius," kata dia.

Awiek juga mengingatkan, masalah Ahok saat menjadi gubernur DKI Jakarta sudah selesai. "Yang perlu dijelaskan kepada publik bahwa persoalan di DKI yang sempat polemik sudah selesai sehingga tidak memunculkan kecurigaan lagi," pungkasnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Perjalanan Bisnis dan Politik Ahok yang Bakal Jadi Bos BUMN Strategis
Wamen BUMN: Ahok Belum Tentu Jadi Dirut
Kursi Empuk untuk Ahok di BUMN
Mau Jadi Bos BUMN, Ahok Harus Keluar dari PDIP
Menko Luhut Bocorkan Ahok Akan Ditempatkan di BUMN Sektor Energi
Ahok Diminta Gabung ke BUMN Karena Pengelolaan Anggarannya yang Baik