Jika Kasus Corona Menurun, Gugus Tugas Sarankan New Normal di Palembang

Jika Kasus Corona Menurun, Gugus Tugas Sarankan New Normal di Palembang
PERISTIWA | 30 Mei 2020 22:03 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Pemerintah Kota Palembang tengah bersiap-siap menghadapi new normal seperti rekomendasi pemerintah pusat. Hanya saja, perilaku hidup baru itu mesti dilakukan ketika trend kasus Covid-19 menurun.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel, Yusri mengungkapkan, kebijakan new normal harus direspon positif jika dilakukan dengan protokol Covid-19. Hanya saja, kebijakan itu tak bisa langsung dilakukan dalam waktu cepat terlebih saat ini masih berlangsung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Artinya new normal di Palembang harus perlu kajian dulu, kita lihat hasil PSBB," katanya, Sabtu (30/5).

Dia menerangkan setidaknya ada tiga indikator kesehatan yang dipandang perlu dalam memutuskan new normal atau tidak. Yakni surveilans kesehatan masyarakat yang berarti jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama dua pekan, positif rate kurang dari lima persen, penurunan mobilitas penduduk, dan tracing dari kasus positif.

Kemudian kedua, pelayanan kesehatan harus dipastikan memenuhi ketersediaan ruang isolasi dan dilengkapinya alat pelindung diri dan perlengkapan kesehatan lain.

Dan ketiga gambaran epidemiologi yang meliputi adanya penurunan jumlah kasus positif Covid-19 selama dua pekan sejak puncak terakhir, penurunan jumlah kasus probable seseorang dengan pneumonia dengan bukti klinis radiologis atau histopatologis), penurunan jumlah meninggal, penurunan jumlah meninggal dari kasus probable, penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di rumah sakit, dan terpenting peningkatan jumlah pasien sembuh.

"Intinya adalah jika tren selama PSBB tetap naik maka PSBB dapat diperpanjang sampai indikator keberhasilan PSBB berhasil," tegasnya.

Dalam catatan sepekan terakhir jumlah penambahan kasus positif di Palembang masih fluktuatif. Dari 953 pasien positif di Sumsel, 546 diantaranya berasal dari Palembang.

Pada 22 Mei 2020, pasien positif tambahan di Palembang sebanyak delapan orang dan meningkat drastis sebanyak 29 orang pada esok harinya. Pada 24 Mei, terjadi penurunan yang hanya berjumlah delapan pasien namun meningkat lagi pada 25 Mei berjumlah 32 orang.

Pada 26 Mei 2020 atau pada hari pertama penerapan sanksi dalam PSBB mencapai 41 orang dan menurun menjadi 22 orang pada keesokan harinya. Pada 28 Mei pasien positif asal Palembang berjumlah 19 orang dan menurun pada 29 Mei yang hanya tujuh pasien. (mdk/fik)

Baca juga:
Banyak Warga Kenakan Masker di Leher, PSBB di Palembang Perlu Dievaluasi
Seorang Buruh Serabutan di Palembang Tewas dengan 5 Luka Tusuk
Kades di Sumsel Digerebek Saat Pesta Narkoba Bersama 3 Wanita
Cegah Penularan Covid-19 di Rumah Sakit, RSMH Palembang Luncurkan Telemedicine
Tenaga Medis Covid-19 di Sumsel yang Tidak Tercover APBN Dapat Insentif

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5