Jika Tak Dipilih Jokowi Lagi, Mendikbud Muhadjir Effendy akan Kembali Jadi Dosen

PERISTIWA » MALANG | 18 Oktober 2019 22:31 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengaku akan kembali ke dunia kampus lagi jika Presiden Jokowi tidak memilih dirinya menjadi menteri lagi di periode kedua. Selama menjalani masa kerjanya Muhadjir mengaku banyak belajar dari Jokowi.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang yang menggantikan Anies Baswedan itu juga mengucapkan berterima kasih telah dipercaya selama tiga tahun ini.

"Saya sangat berterima kasih kepada pak Presiden yang telah melibatkan saya di dalam kepemimpinan beliau, membantu beliau selama tiga tahun dan saya merasa bersyukur mendapatkan kepercayaan dari beliau," kata Muhadjir usai membuka acara Silatnas Fokal IMM, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Jumat (18/10).

Muhadjir mengatakan, telah berusaha semaksimal mungkin menjalankan tugas sebagai mendikbud dan memberikan yang terbaik sesuai dengan visi Presiden Jokowi.

"Menerjemahkan visi beliau terutama di sektor pendidikan dan kebudayaan dan terus terang aja, jujur saya banyak belajar dari beliau," ucap Muhadjir.

Muhadjir mengungkapkan, bila tidak lagi terpilih sebagai menteri akan melanjutkan tugas sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Malang. Ia juga mengatakan siap membantu mendikbud yang baru nantinya.

"Tentu saja nanti pengganti saya akan berusaha untuk menerjemahkan visi Pak Presiden periode kedua. Saya kira juga pasti ada perubahan, mungkin perubahan strategi karena perubahan strategi juga perlu ibarat sepak bola kan kalau strategi berubah pemainnya juga harus berubah," pungkasnya.

Baca juga:
Buka Silatnas, Mendikbud Muhadjir Ajak Alumni IMM Berperan Bangun SDM Unggul
Jokowi Kagum Dengar Mendikbud dan Kapolri Menyanyi
Pesan Mendikbud: Jangan Sampai Anak-anak di Wamena Ngungsi Sekolah Terbengkalai
Kemendikbud Bentengi Sekolah dari Intoletansi dan Radikalisme
Pembelaan Mendikbud saat Tenaga Kerja Indonesia Disebut Tak Produktif
Mendikbud Siapkan Rp4,3 Triliun Revitalisasi SMK

(mdk/bal)