JK Ingatkan Gugus Tugas Sulsel Tidak Abaikan Pencegahan Covid-19

JK Ingatkan Gugus Tugas Sulsel Tidak Abaikan Pencegahan Covid-19
PERISTIWA » MAKASSAR | 17 Juni 2020 20:22 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla mengingatkan kepada tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel untuk tidak melupakan upaya pencegahan virus corona.

"Kita terlalu fokus pada perawatan, abaikan pencegahan. Kalau tidak ada pencegahan, sama saja. Berapapun dokter yang disiapkan, percuma kalau kita lemah di pencegahan," kata Jusuf Kalla di hadapan gugus tugas, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan jajarannya serta Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Makassar, Rabu (17/6).

Dia menegaskan, penduduk Sulsel hanya 8 juta, namun berada pada posisi ketiga kasus terbanyak infeksi Covid-19 di Indonesia.

"Jumlah korban akan naik terus kalau masyarakat tidak berusaha menjaga diri, dan pemerintah tidak mengintervensi," tandasnya.

Dia menilai, masyarakat Sulsel saat ini terlihat seolah hanya menunggu nasib. Padahal harusnya menentukan nasib, kena atau tidak kena Covid-19.

"Harus kita tingkatkan upaya pencegahan seperti yang saya gambarkan tadi tapi harus lebih ditingkatkan lagi 3, 4 kali lipat dari sebelumnya. Insya Allah pasti mengurangi, menurunkan itu (Covid-19)," ujarnya.

Ditambahkan, warga Sulsel harus bersama-sama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap menjaga diri dengan menggunakan masker, tetap jaga jarak, cuci tangan terus menerus.

"Jangan dianggap enteng, ini masalah di dunia ini yang sudah berapa juta jatuh korban dalam hitungan berapa bulan. Saya pikir ini luar biasa. Saya mau katakan, jangan menyerah, ewako," tandas Jusuf Kalla.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, kedatangan Jusuf Kalla memberikan semangat untuk semakin massif lagi melakukan pencegahan agar kasus positif Covid-19 di Sulsel tidak naik.

"Di Sulsel ini penularan terus terjadi maka beberapa langkah-langkah tadi sudah disampaikan. Yang utama adalah protokol kesehatan secara ketat, kita boleh humanis tapi tetap harus kerja," tandasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Bakamla Luncurkan Panduan Menghadapi Covid-19 di Laut
Sempat Sembuh, Seorang Warga di Balikpapan Kembali Positif Covid-19
3 Karyawan Supermarket Bahan Bangunan di Bogor Terpapar Corona
Pesan Wishnutama ke Warga di Bali: Bangun Kepercayaan Calon Wisatawan
Apindo Prediksi 40 Persen Pekerja Indonesia di PHK Dampak Virus Corona
3 Pilar Penunjang Keberhasilan Sistem Pendidikan Baru Selama Wabah Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami