JK Khawatir Angka Pertumbuhan Kasus Covid-19 di Jatim Salip Jakarta dalam Sepekan

JK Khawatir Angka Pertumbuhan Kasus Covid-19 di Jatim Salip Jakarta dalam Sepekan
PERISTIWA | 17 Juni 2020 14:32 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai tingginya angka kenaikan kasus Corona atau Covid-19 di Jawa Timur cukup mengkhawatirkan. Dia memprediksi, jika dalam sepekan ke depan tidak ada penurunan, maka posisi Jatim bisa menyalip DKI Jakarta.

Gugus Tugas Covid-19 mencatat Jawa Timur masih menjadi provinsi terbanyak yang menyumbangkan kasus baru pada Selasa (16/6), yaitu 245 kasus dan pasien sembuh 71 orang.

Hal ini diungkapkan oleh JK yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) saat bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya. JK menyebut, perbedaan antara Jatim dengan DKI Jakarta, adalah angka di Jatim makin naik sedangkan Jakarta hanya mencapai 150-an kasus per hari.

"Tiap hari ada perbedaan (jumlah kasus) rata-rata lebih tinggi Jawa Timur," ujarnya Rabu (17/6).

Dia memprediksi jika peningkatan kasus di Jatim terus terjadi, maka dalam sepekan ke depan, Jatim akan menyalip kasus corona di DKI Jakarta.

Padahal, DKI Jakarta saat ini telah mengalami penurunan jumlah kasus positif corona perharinya. Meski masih mengalami peningkatan, namun menurut JK, angkanya cenderung melandai.

"Dalam waktu seminggu kalau itu berlangsung terus, Jawa Timur bisa lebih tinggi daripada Jakarta. Jakarta mulai cenderung stabil turun, ini (Jatim) naik," katanya.

1 dari 1 halaman

Untuk itu, ia berharap ada upaya lebih keras lagi dari Pemerintah daerah serta masyarakat untuk melakukan langkah sistematik mencegah penularan virus corona ini.

"Karena itu kita harus bersama-sama mencegah itu. Gubernur bekerja luar biasa, wali kota bekerja keras. Tapi perlu sistematik, terkoordinasi," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan catatan terbaru Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, kasus kumulatif positif corona di provinsi ini mencapai 8.290 kasus. Dari jumlah itu, 4.181 kasus di antaranya berada di Surabaya. Sementara berdasarkan data Gugus Tugas Pusat, DKI Jakarta memiliki 9.222 kasus. (mdk/ray)

Baca juga:
Ratusan Pengemudi Ojek Online & Angkutan Umum Ikut Rapid Test dari Dinkes Solo
Operator Transportasi Bakal Rugi Jika Langgar Protokol Kesehatan
Pertama Kalinya, Ekonomi Dunia Diprediksi Terkoreksi Lebih dari 3 Persen
Bawa Surat Sehat saat Berangkat, Pekerja Migran Tiba di Indonesia Positif Corona
Bank Dunia Prediksi Ekonomi Global Merosot Hingga -5,2 Persen

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami