JK Prediksi Kasus Positif Covid-19 Tembus 120.000 pada 17 Agustus

JK Prediksi Kasus Positif Covid-19 Tembus 120.000 pada 17 Agustus
PERISTIWA | 15 Juli 2020 15:43 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) memprediksi kasus Covid-19 saat 17 Agustus 2020 meningkat lebih pesat. Dia menjelaskan jumlah pasien akan mencapai 120.000 orang. Sebab itu, JK meminta agar masyarakat tidak abai terhadap virus tersebut.

"Di Indonesia ketika awal pandemi ini pada bulan Maret, butuh waktu 2 bulan untuk mencapai angka 10.000. Sekarang hanya butuh waktu 7 hari untuk kita bertambah lagi 10.000. Karena itu saya perkirakan akhir Juli ini akan mencapai angka 100.000 dan pada tanggal 17 Agustus jumlah penderita Covid di Indonesia akan mencapai 120.000 kalau tidak ada intervensi yang keras dari kita," kata JK saat memberi pengarahan pembukaan Musyawarah Provinsi PMI DKI Jakarta ke XII Tahun 2020 di Wisma PMI jalan Wijaya I, Petogogan, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (15/07).

Sebab itu salah satu cara paling efektif untuk memutus mata rantai virus tersebut kata JK, yaitu mengurangi pergerakan orang. Tidak hanya itu masyarakat juga selalu waspada dan tetap melakukan protokol kesehatan selama beraktifitas.

"Saya kira tidak ada cara yang paling efektif membendung wabah ini selain mengurangi pergerakan orang. Mengenai caranya terserah pemerintah. Dan tentunya PMI tetap membantu dengan melakukan penyemprotan disinfektan karena hanya itu cara mematikan virus tersebut" ucap JK.

Sebelumnya diketahui Presiden Joko Widodo alias Jokowi memprediksi puncak Covid-19 di Indonesia terdapat di bulan Agustus atau September. Diketahui hingga saat ini kasus pasien corona capai 76.981.

"Kalau melihat angka-angka memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (13/7).

Namun prediksi itu akan berubah jika seluruh pihak tidak berbuat apa-apa. Sebab itu Jokowi meminta para menteri untuk menekan angka kasus Covid-19.Yaitu kata dia dengan cara memberikan motivasi agar bekerja lebih keras lagi.

"Oleh sebab itu saya minta pada para menteri untuk bekerja keras. Tapi kalau mintanya, dengan agak berbeda, yaitu memotivasi para menteri agar bekerja lebih keras lagi," ungkap Jokowi. (mdk/rhm)

Baca juga:
Menteri Nadiem Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Rp 5 T Untuk Penanganan Corona
BUMN Setor Pajak Rp 55,51 T dan PNBP Rp 31,4 T Sepanjang Triwulan I 2020
Saat Pandemi, Tingkat Kehadiran UTBK Tahap I Capai 93,01 Persen
5 dari 7 Pegawai KPK Positif Covid-19 Telah Sembuh
Penggunaan Internet dari Rumah Meningkat Pesat di Tengah Pandemi Virus Corona
Pemprov DKI: SIKM Batasi Orang Keluar Masuk, CLM Kendalikan Aktivitas Masyarakat
Mobil Halo-halo Ingatkan Warga Pekanbaru Jalankan Protokol Kesehatan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami