JK Sebut Anggota Pasukan Perdamaian PBB Perlu Modernisasi, Termasuk Indonesia

PERISTIWA | 25 Juni 2019 21:46 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka konferensi internasional dengan tema persiapan pasukan bersenjata modern untuk operasi perdamaian di abad ke-21. Dalam sambutannya JK menilai misi perdamaian PBB membutuhkan modernisasi dimulai dari angkatan bersenjata di negara-negara peserta.

"Misi perdamaian PBB membutuhkan modernisasi yang dimulai dari angkatan bersenjata negara-negara kontributornya," kata JK di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (25/6).

Modernisasi tersebut kata JK tidak hanya terbatas pada teknologi serta doktrin modern. Melainkan berbagai kapabilitas dan soft skill yang dibutuhkan para penjaga perdamaian.

"Hal-hal seperti kemampuan untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat, ataupun pemahaman memadai terhadap hukum kemanusiaan internasional," ungkap JK.

Dengan kata lain, kata dia misi perdamaian PBB membutuhkan upaya setiap negara kontributornya dalam membangun angkatan bersenjata yang kapabel dan tepat guna. Tidak terkecuali Indonesia. RI ungkap JK, sedari dulu telah mencanangkan komitmennya terhadap misi perdamaian PBB.

"Melalui kontribusi yang dimulai hanya 1 dekade setelah kemerdekaannya. Pada tahun 1957, Indonesia untuk pertama kalinya berpartisipasi dengan mengirimkan personel militer ke misi UN Emergency Force di Mesir. Sejak itu, Indonesia telah mengirimkan lebih dari 38 ribu pasukan penjaga perdamaian PBB," ungkap JK.

Saat ini, ungkap JK, Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara pengirim pasukan pemelihara perdamaian PBB, baik militer maupun polisi. Rekam jejak tersebut kata JK telah menjadikan peacekeeping sebagai salah satu unggulan diplomasi Indonesia dalam menciptakan ekosistem perdamaian dan stabilitas.

"Rekam jejak peacekeeping juga telah menghantarkan Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020," papat JK.

JK menjelaskan lebih dari 2.800 personel militer dan polisi Indonesia, termasuk 100 perempuan, tengah bertugas di misi-misi penjaga perdamaian PBB. Beberapa kontribusi terkini Indonesia antara lain adalah Satuan Gerak Cepat berkekuatan 850 orang ke Republik Demokratik Kongo; Formed Police Unit berkekuatan 140 orang di Republik Afrika Tengah; dan 81 Perwira Polisi Individu ke berbagai misi PBB.

"Ini saya sampaikan pada kesempatan Leaders Summit tahun 2015 di New York, dan kami berbangga bahwa Indonesia telah berhasil mencapai aspirasi tersebut," ungkap JK.

Baca juga:
Batalyon Infanteri 141/AYJP TNI AD Terpilih Menjalankan Misi Perdamaian PBB
Mengintip Latihan Prajurit TNI Jadi Pasukan Perdamaian Dunia
2 Jenderal Spanyol Puji Kiprah Pasukan Garuda TNI di Lebanon
322 Personel Polri Ikut Misi Perdamaian ke Sejumlah Negara di Afrika
Aksi Pasukan TNI di Luar Negeri yang Tak Bisa Dilakukan Negara Lain
Pasukan Garuda TNI Berhasil Damaikan Konflik Berdarah 2 Suku di Kongo

(mdk/ian)