Jokowi Bagi-bagi Sertifikat Tanah dan Sepeda di Kupang

PERISTIWA | 21 Agustus 2019 22:25 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana Joko Widodo menemui sedikitnya 2.709 Warga Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan dan Kota Kupang, sebagai penerima sertifikat tanah gratis di Kota Oelamasi, Kupang, Rabu (21/8). Di hadapan ribuan warga, Jokowi mengingatkan agar sertifikat yang telah didapatkan dijaga dengan baik. Ia berpesan, jika ingin menggadaikan di bank, maka uang hasil gadai harus dijadikan sebagai modal usaha.

"Jadi saya titip kalau ada yang mau pinjam ke bank, datang ke bank dapat tiga puluh juta, gunakan tiga puluh juta itu seluruhnya untuk usaha. Gunakan semuanya jangan sampai dipakai untuk beli sepeda motor atau TV," kata Jokowi.

Menurutnya, jika usaha tersebut berjalan baik, hasilnya ditabung untuk kemudian membeli sepeda motor atau sejenis. "Nanti dulu kalau usahanya itu udah untung sebulan satu juta tabung, bulan berikutnya untung dua juta tabung, bulan berikutnya untung satu setengah juta tabung. Nanti dari tabungan keuntungan itu, silakan kalau mau beli sepeda motor, mau beli TV, mau beli mobil silakan tapi dari keuntungan, bukan dari pokok pinjaman, malah hilang sertifikat nanti. Hati-hati ya," pesan Jokowi kepada penerima sertifikat.

Presiden kemudian meminta tiga penerima sertifikat untuk berdialog. Dialog tersebut mengundang gelak tawa lantaran ketiganya tidak begitu fasih menghapal Pancasila.

Salah satunya yakni Nomseo, warga Bipolo, Kabupaten Kupang yang usianya sudah uzur (87). Walau dibimbing Presiden untuk menyebut sila pertama, namun dia selalu salah sehingga membuat Presiden terus tertawa.

Kuis yang selalu diganjar hadiah sepeda itu, membuat Jokowi tidak berhenti tertawa, dan mengundang gelak tawa seluruh tamu undangan. Karena terus dibimbing oleh Presiden, ketiganya membawa pulang sepeda lantaran berhasil menyebut Pancasila dengan baik.

Baca juga:
5 Program Jokowi Genjot Ekonomi di Papua
Awal September, Jokowi akan Kunjungi Papua
Politisi PAN: Utang Banyak Ekonomi Sulit, Pindah Ibu Kota Harus Sekarang?
Pascarusuh Manokwari, Jokowi Pantau Kondisi di Papua dan Papua Barat
Cerita Jokowi Semobil dengan Pangeran Abu Dhabi
Jokowi Sebut Potensi Garam NTT Capai 21 Ribu Hektare

(mdk/cob)