Jokowi: Bukan Marah, Saya Memotivasi Menteri Agar Lebih Keras Lagi Bekerjanya

Jokowi: Bukan Marah, Saya Memotivasi Menteri Agar Lebih Keras Lagi Bekerjanya
PERISTIWA | 13 Juli 2020 19:24 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menjelaskan alasan beberapa kali sempat memberikan arahan dengan sikap berbeda kepada para menterinya. Hal tersebut bertujuan untuk meminta menteri kabinet agar bisa bekerja lebih keras lagi, khususnya dalam penanganan Covid-19.

"Saya minta para menteri untuk bekerja keras, tapi kalau mintanya dengan nada yang berbeda yang untuk memotivasi para menteri untuk bekerja lebih keras lagi, bukan marah, memotivasi agar lebih keras lagi bekerjanya," katanya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (13/7).

Saat ini, dia memberikan target kepada para menteri yaitu melakukan pencegahan dengan masif. Yaitu dengan cara melakukan tracing, treatment serta management yang baik.

"Kalau sekarang mencegah agar kita tidak naik, yang sembuh makin banyak, yang positive ratenya makin rendah ya hanya begitu saja apalagi tes masif, tracing agresif, treatment yang dikerjakan management yang baik, beberapa daerah belum melakukan ini kita ingatkan," ungkap Jokowi.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya diketahui Jokowi sempat bernada tinggi saat menyoroti kinerja menteri yang belum optimal menangani masalah Covid-19. Jokowi berujar, banyak menteri yang masih menganggap masalah Virus Corona biasa-biasa saja.

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa nggak punya perasaan? Suasana ini krisis," kata Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Kamis (18/6).

Menurut Jokowi, sangat berbahaya bila para pembantunya menganggap pandemi Corona sebagai masalah yang normal-normal saja. Jokowi menegaskan, para menteri harus kerja luar biasa

"Lah kalau saya lihat bapak ibu dan saudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extra ordinary," ujar Jokowi.

"Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya," tambah Jokowi.

Jokowi tidak menutup kemungkinan untuk mereshuffle para pembantunya atau membubarkan lembaga yang kerjanya tidak optimal.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah," tegas Jokowi. (mdk/fik)

Baca juga:
Erick Thohir Soal Isu Reshuffle: Kita Harus Siap Diangkat dan Siap Dicopot
Sekjen PDIP Sebut Kalau Jokowi Reshuffle Kabinet, Pasti Berbasis Evaluasi
Penangkapan Maria Pauline Lumowa Dinilai Strategi Yasonna Agar Tak Direshuffle
PDIP Prediksi Jokowi Bakal Reshuffle Kabinet Setelah Pilkada 2020
Bertemu Jokowi, Wakil Ketua MPR Sempat Singgung Soal Reshuffle Kabinet
Gerindra : Kalau Kinerja Menteri Sudah Baik, Buat Apa Reshuffle

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami