Jokowi di Hari Raya Imlek: Semoga Kita Dijauhkan dari Penyakit dan Bencana

Jokowi di Hari Raya Imlek: Semoga Kita Dijauhkan dari Penyakit dan Bencana
Presiden Jokowi Hadiri KTT APEC. ©2020 Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
PERISTIWA | 12 Februari 2021 09:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan ucapan Tahun Baru Imlek 2572 kepada umat Tionghoa dan Konghucu. Jokowi berharap Imlek yang diperingati di tengah pandemi Covid-19, membawa kebaikan untuk semua masyarakat Indonesia.

"Semoga kita semua tetap dalam semangat persaudaraan serta dijauhkan dari penyakit dan bencana," kata Jokowi melalui akun twitternya @jokowi, Jumat (12/2).

Dia menyadari bahwa Tahun Baru Imlek kali ini berbeda dari sebelumnya karena diperingati di masa pandemi virus corona. Namun, Jokowi meyakini Imlek tahun ini tetap memberikan kedamaian untuk masyarakat.

"Hari raya Imlek ini kita tak leluasa untuk merayakannya dengan sukacita bersama-sama. Tetapi semua itu tak mengurangi rasa syukur atas limpahan kedamaian dan cinta kasih dalam keluarga," ujar dia.

Sebelumnya, pemerintah meminta agar peringatan Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili, yang jatuh pada 12 Februari 2021, dapat dilakukan dengan cara sederhana. Dia mengimbau agar perayaan Imlek di tengah pandemi Covid-19 lebih memanfaatkan teknologi yang ada.

"(Peringatan Imlek) Cukup dengan cara yang sederhana. Tidak ada mercon, barongsai, bagi angpao secara terbuka. Angpaonya cukup dikirim melalui kiriman-kiriman misalnya pakai ojol (ojek online) atau pakai apa silakan," tutur Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dikutip dari siaran persnya, Rabu (10/2).

Dia mengingatkan bahwa peringatan Imlek tahun ini bertepatan dengan masa pandemi Covid-19. Muhadjir tak ingin perayaan Imlek justru berdampak negatif terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

Menurut dia, perayaan di luar ruangan berpotensi mengundang kerumunan massa cukup besar. Hal tersebut tak boleh terjadi dan harus diantisipasi sebab kerumunan massa berpotensi menimbulkan klaster penyebaran Covid-19 baru.

"Karenanya, pemerintah mengharapkan agar peringatan Imlek tahun ini bisa dirayakan dengan cara yang sederhana, tidak semarak, dan memaksimalkan teknologi dalam melakukan perayaan" jelas Muhadjir.

Reporter: Lisza Egeham

Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Simalakama Kritik Pemerintah
Fatwa MUI Sebut Haram Hukumnya Suruh Buzzer Sebar Hoaks, Fitnah dan Gosip
Roy Suryo: Buzzer Seharusnya Diberi Kalung Pengenal
PPP Minta Demokrat Waras Berpikir Tuding Jokowi Mau Bawa Gibran ke Jakarta
Jokowi Minta Pemberian Vaksin Secara Klaster Bukan Orang per Orang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami