Jokowi Ingin Pariwisata Jadi Motor Peningkat Devisa

PERISTIWA | 21 November 2019 13:51 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas Destinasi Prioritas Pariwisata. Dia menegaskan sektor pariwisata harus menjadi motor peningkat devisa guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Sektor pariwisata harus menjadi motor peningkatan devisa, peningkatan multiplier effect yang dorong pertumbuhan ekonomi kita," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11).

Jokowi juga mengingatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjaga kebersihan di kawasan-kawasan wisata Tanah Air. Masalah sampah dan plastik yang bertebaran di kawasan wisata harus segera diselesaikan.

"Masalah kebersihan tolong dimulai kementerian terkait. Mungkin kita konsen dulu pada Labuan Bajo, Mandalika, Toba, Manado dan Borobudur," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian mengingatkan kembali pengaturan tata ruang dan akses masuk ke kawasan pariwisata. Misalnya di Labuan Bajo, Kementerian Perhubungan perlu memperpanjang runway Bandara Komodo. Sementara Kementerian PUPR perlu membangun jalan akses menuju tempat wisatanya, termasuk memperbaiki pelabuhan.

"Berkaitan dengan event. Saya melihat kita memiliki materialnya banyak di daerah. Namun untuk kemasan packaging perlu dibenahi. Dan juga, fasilitas-fasilitas yang mendukung ke arah itu perlu diperbaiki," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Jokowi Minta Kementerian Promosikan Wisata Indonesia

Jokowi menekankan agar kementerian terkait melakukan promosi wisata secara besar-besaran. Kementerian juga harus menyiapkan SDM yang mendukung pengembangan sektor pariwisata.

"Sehingga Mendikbud, SMK-SMK yang berada di lingkungan wisata mestinya lebih dititik beratkan ke arah dukungan sektor wisata," terangnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Angela Tanoesoedibjo: Pariwisata Selaras dengan Konservasi Alam Jadi Tantangan Utama
Pemerintah Malaysia Dorong Maskapai Terbang Langsung Kuala Lumpur ke Samarinda PP
Banting Setir Pariwisata Indonesia di Bawah Kendali Wishnutama
PHRI Bantah Bali Sudah Terlalu Penuh Turis Hingga Tak Direkomendasi Dikunjungi
Pemerintah Pertimbangkan Biaya Masuk ke Pulau Komodo Rp14 Juta
Pemprov DKI Optimis Target 3 Juta Wisman 2019 Tercapai

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.