Jokowi Ingin Pelantikan Presiden Dilakukan Sederhana dan Khidmat

PERISTIWA | 16 Oktober 2019 12:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin agar pelantikan presiden dilakukan dengan sederhana dan khidmat. Hal ini disampaikan Jokowi usai membahas soal pelantikan dengan Pimpinan MPR.

"Saya juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan upacara dan perayaan di dalam pelantikan dilakukan sederhana saja, tapi juga tanpa mengurangi kekhidmatan dan keagungan acara itu. Saya rasa itu yang kami sampaikan," katanya di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (16/10).

Sementara, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan sejumlah tamu negara sahabat, khususnya ASEAN telah dipastikan hadir dalam pelantikan Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden dan wakil presiden. Termasuk, PM Australia Scott Morrison dan Wakil Perdana Menteri China Liu He.

"Mudah-mudahan kepala-kepala negara, kepala pemerintahan, utusan khusus seluruh negara-negara maju (datang ke pelantikan). China mengutus wakil perdana menteri, beberapa negara konfirmasi (hadir)," jelasnya.

Dia menuturkan aparat keamanan siap melakukan pengamanan ketat terhadap tamu-tamu negara. Hal ini dikatakan politikus Golkar itu sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh TNI-Polri.

"Pasti, karena sesuai dengan protap yang dimiliki pihak keamanan Polri maupun TNI, pengamanan tamu-tamu negara kita dijamin begitu menginjakkan kaki di tanah air kita dan kembali ke tanah mereka selamat," ujarnya.

Seperti diketahui, Jokowi-Ma'ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung MPR Jakarta pada 20 Oktober mendatang. Bambang Soesatyo mengatakan keduanya akan dilantik pukul 14.30 WIB.

Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jokowi Soal Kabinet Jilid II: Yang Lama Ada, Yang Baru Banyak
Gedung DPR Bersolek Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden
31 Ribu Personel Gabungan Amankan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Persiapan Istana Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden
Jokowi Tak Larang Demo saat Pelantikan Presiden
PBNU Ajak Semua Pihak Ciptakan Damai Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

(mdk/fik)