Jokowi Janji Datang Lagi ke NTB: Jangan Ragu Kalau Kita Ingin Selesaikan Ini

PERISTIWA | 22 Maret 2019 12:48 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan pemerintah berkomitmen membangun rumah bagi warga korban gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Jokowi mencatat sebanyak Rp 5,1 triliun anggaran telah digelontorkan untuk pembangunan rumah di NTB.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam acara Tatap Muka Presiden RI dengan Masyarakat NTB Penerima Bantuan Stimulan Rumah Rusak Berat, Sedang dan Ringan yang Sudah Jadi di Gedung Hakka Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (22/3).

"Kenapa saya turun ke lapangan karena betul-betul ingin melihat masalahnya dan segera menyelesaikan. Tapi saya pastikan Rp 5,1 triliun sudah di sini," kata Jokowi.

Selain di NTB, kata Jokowi, pemerintah juga berkomitmen membangun rumah untuk warga korban bencana di Donggala, Palu, Lampung dan Banten. Khusus untuk NTB, Jokowi berjanji akan memberikan perhatian penuh.

Mantan Wali Kota Solo ini juga berjanji akan kembali mengunjungi NTB dalam waktu dua atau tiga bulan ke depan untuk memastikan pembangunan rumah bagi korban gempa telah diselesaikan.

"Kalau saya pas nggak ke sini jangan merasa ditinggalin. Saya tetap akan ke sini dan menyelesaikan program ini," ujarnya.

"Saya akan pastikan 2, 3 bulan lagi saya akan ke sini. Jangan ragu kalau kita ingin menyelesaikan ini. Karena kan masih ada yang belum terdaftar, nah itu yang harus diselesaikan," tegasnya.

Rumah rusak akibat gempa di NTB tercatat kurang lebih 78.581 sejak Juli 2018 hingga Maret 2019. Sementara total rumah yang sudah dibangun dengan model risha sebanyak 111, sedang dalam proses pembangunan 1.675.

Adapun rumah model rika yang sudah dibangun sebanyak 593, sedang dalam proses pembangunan 79. Rumah model riko sudah terbangun sebanyak 994, sedang dalam proses pembangunan 32. Berikutnya rumah model RCI sedang dalam proses pembangunan sebanyak 39.

NTB diguncang gempa sebanyak tiga kali sejak tahun 2018. Gempa pertama terjadi pada tanggal 29 Juli 2018 sekira pukul 05.47 Wib.

Gempa tersebut terletak di darat pada koordinat 116,5 derajat BT dan 8,4 derajat LS, berjarak sekitar 47 km timur laut kota Mataram, dengan kedalaman 24 km dan kekuatan atau magnitudo mencapai 6,4.

Gempa ini tidak menimbulkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.

Gempa kedua terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018 sekira pukul 18.46 Wib, dengan titik koordinat 116,48 derajat BT dan 8,39 derajat LS. Gempa kali ini lebih besar dengan magnitudo 7,0 dan kedalaman 15 km. Gempa ini menimbulkan tsunami kecil .

Sementara gempa ketiga terjadi pada Minggu 17 Maret 2019 akibat sesar aktif tektonik. Gempa ini berkekuatan 5,8 Magnitudo disusul 5,2 Magnitudo.

(mdk/lia)

Baca juga:
Jokowi akan Menghadiri Gebyar Bakso Merah Putih di Cikarang
Pernah Kepala Daerah, Jokowi Bilang 'Jangan Diberikan yang Masih Coba-coba'
Di Depan Pengusaha, Jokowi Singgung Pembangunan MRT Keputusan Politiknya Bersama Ahok
Wapres Jusuf Kalla: SBY Selalu Sempurna, Jokowi Ingin Detail
Jokowi di Mata JK: Bisa Hidup Tanpa HP, Pakaian Santai, ke Kantor Dua Kali Seminggu
10.000 Pengusaha Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin
Wapres Jusuf Kalla Ingatkan Jokowi Pertahankan Gaya Merakyat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.