Jokowi: Jika Satu Negara Masih Terpapar, Dunia Belum Sepenuhnya Bebas dari Covid-19

Jokowi: Jika Satu Negara Masih Terpapar, Dunia Belum Sepenuhnya Bebas dari Covid-19
Jokowi Tinjau Lumbung Padi di Sumba. ©Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden
PERISTIWA | 23 Februari 2021 14:36 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hampir setahun dunia menghadapi pandemi Covid-19, tidak terkecuali Indonesia. Virus tersebut juga tidak mengenal batas negara, sebab itu kata Jokowi jika satu negara masih terpapar corona, dunia tidak bisa bebas sepenuhnya dari pandemi kali ini.

"Dunia tidak bisa sepenuhnya bebas dari virus ini jika masih ada satu negara saja yang belum bebas darinya," katanya saat memberikan sambutan Pada International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic dalam akun youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/2).

Dia mengatakan Lebih dari 110 juta orang di seluruh dunia yang terdampak dan 2,5 juta orang kehilangan nyawa karena corona. Tidak hanya itu pada saat yang sama, seluruh dunia juga harus berusaha untuk mengatasi dampak sosial ekonomi dari pandemi ini.

"Dampak sosial ekonomi dari pandemi ini sangat dirasakan semua negara di dunia termasuk negara kita Indonesia," ungkapnya.

Dia menjelaskan masing-masing negara sudah melakukan berbagai cara untuk menanggulangi krisis tersebut. Tetapi tidak cukup sampai dengan hal itu, dia meminta agar seluruh pihak merancang secara akurat dan detail apa yang harus di lakukan bersama-sama dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.

Oleh karena itu kata Jokowi, saat ini penting untuk seluruh negara bekerja sama menangani pandemi. Yaitu dengan memperkokoh kerja sama di internal masing-masing negara serta dunia.

"Paling penting agar kita dapat menangani pandemi ini adalah kerja sama, kerja sama, dan kerja sama. Kita harus memperkokoh kerja sama di internal masing-masing negara dan juga kerja sama kita dengan negara-negara di dunia. Spirit kerja sama perlu ditekankan karena no one is safe until everyone is," ungkapnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Menko Airlangga: Pertumbuhan RI Tertinggi ke 4 Setelah China, Vietnam dan Korsel
Puan Maharani Tekankan Pentingnya Kerja Sama Internasional Tangani Pandemi Covid-19
IDI Tolak Kebijakan Buka Sekolah Tatap Muka di Sulsel
Kemensos Setop Santuni Rp15 Juta ke Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Covid
23 Februari: Bertambah 159, Total 3.811 Pasien Dirawat di RSD Wisma Atlet
WNA Positif Covid-19 di Indonesia Tembus 1.000
Sebagian Warga Jabar Masih Ragu Kehalalan Vaksin Covid, Ridwan Kamil Lakukan Cara Ini

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami