Jokowi Klaim Banyak Negara Ingin Beli Alutsista Indonesia

Jokowi Klaim Banyak Negara Ingin Beli Alutsista Indonesia
PERISTIWA | 23 Januari 2020 12:04 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengklaim banyak negara di dunia yang ingin membeli alat utama sistem senjata atau alutsista produksi Indonesia. Ini disampaikan Jokowi usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) Kemenhan Tahun 2020.

"Banyak, Filipina juga," ungkap Jokowi di Kemenhan, Jakarta, Kamis (23/1).

Jokowi menyebut Indonesia sudah menggandeng sejumlah negara dalam mengembangkan alutsista. Di antaranya Perancis, Korea Selatan dan beberapa negara di Eropa Timur.

Pekan depan, Jokowi akan mengumpulkan menteri dan pimpinan lembaga terkait untuk membahas pengembangan alutsista dalam negeri.

"Minggu depan kita akan rapat terbatas dengan Pak Menhan nanti di Surabaya," ujarnya.

Saat memberikan arahan dalam Rapim Kemenhan 2020, Jokowi menegaskan kedaulatan negara tak bisa ditawar atau dinegosiasikan. Dia memerintahkan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri untuk bekerja keras dalam memperkuat dan menjaga kedaulatan negara.

"Pagi hari ini saya perintahkan, kepada seluruh jajaran TNI Polri, harus bekerja, bersungguh-sungguh dalam rangka memperkuat dan menjaga kedaulatan negara kita Indonesia, untuk berdiri paling depan dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI," tegas Jokowi.

1 dari 1 halaman

Jokowi juga mengingatkan pentingnya kemampuan mengatasi ancaman yang kompleks dan berimplikasi terhadap pertahanan negara. Misalnya konflik internal, perang asimetrik, gerilya, perang proxy, perang hybrid yang menggabungkan strategi militer non militer serta konvensional dan non konvensional.

"Ke depan tantangan kita semakin berat. Tantangan besar pertama adalah semakin luasnya spektrum konflik di berbagai belahan dunia," ucapnya.

Melihat tantangan ke depan semakin besar, Jokowi menginginkan diplomasi antar negara terus diperkuat. Di samping itu, alat pertahanan harus dipersiapkan semakin matang untuk menegakkan kedaulatan di kawasan Indonesia.

"Harus siap persenjataan untuk melakukan penegakkan hukum di wilayah kita," kata Jokowi. (mdk/ray)

Baca juga:
DPR Akui Pertahanan Laut Indonesia Terkendala Karena Armada Terbatas
Ketangguhan KRI Tjiptadi-381, Kapal Perang TNI yang Usir Kapal China di Laut Natuna
Kasal Kukuhkan KRI Semarang-594 Karya Anak Bangsa, Ini Kehebatannya
Menteri Sri Mulyani Tak Tahu Permintaan Prabowo Hapus Bea Masuk Impor Alutsista
Ada Apa di Balik Kunjungan Menhan Prabowo ke Turki dan China?

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami