Jokowi Lantik Ivan Yustiavandana Jadi Kepala PPATK

Jokowi Lantik Ivan Yustiavandana Jadi Kepala PPATK
Jokowi Lantik Ivan Yustiavandana Jadi Kepala PPATK . ©2021 Istimewa
NEWS | 25 Oktober 2021 09:21 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo(Jokowi) melantik Ivan Yustiavandana sebagai Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) periode tahun 2021-2026. Ivan menggantikan Dian Ediana Rae yang menjabat pada periode tahun 2020-2021.

Pelantikan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Pelantikan tersebut berdasarkan keputusan Presiden no 48/M/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).Prosesi pelantikan dengan menerapkan protokol kesehatan di Istana Negara, Jakarta.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya untuk menjadi Kepala PPAT langsung atau tidak langsung dengan nama dan dalih apapun. Tidak memberikan atau menjanjikan untuk memberikan sesuatu kepada siapa pun," kata Ivan membacakan sumpah di hadapan Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin(25/10).

Ivan juga bersumpah tidak akan menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan apapun. Serta tidak menerima langsung atau tidak langsung suatu pemberian dalam bentuk apapun.

"Saya bersumpah akan merahasiakan kepada siapapun hal-hal yang menurut perundang-undangan wajib di rahasiakan,ā€¯ujarnya

"Saya bersumpah bahwa saya akan melaksanakan tugas dan kewenangan selaku Kepala PPATK dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Saya bersumpah bahwa saya akan setia terhadap negara konstitusi, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," lanjut Ivan

Untuk diketahui Ivan sebelumnya menjabat menjadi Deputi Bidang Pemberantasan di PPATK. Dikutip dari laman PPATK, Ivan telah bergabung dan berkontribusi sejak tahun 2006, dan pernah menjabat antara lain sebagai Ketua Kelompok Riset dan Analis Non Bank, dan dilanjutkan sebagai Direktur Pemeriksaan, Riset, dan Pengembangan. Ia merupakan Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Gadjah Mada dengan predikat cum laude, dan meraih gelar Master of Laws (LL.M) dari Washington College of Law, Washington DC, Amerika Serikat.

Selama di PPATK, Dia mengomandani pelaksanaan fungsi PPATK dalam memproduksi Hasil Pemeriksaan dan Riset Strategis di bidang anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APUPPT). Dia menjadi koordinator yang memimpin dan mengarahkan penyusunan National Risk Assessment on Money Laundering (NRA-ML) dan National Risk Assessment on Terrorist Financing (NRA-TF), Financial Integrity Rating (FIR), Indeks Efektivitas Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan TPPT, hingga Indeks Persepsi Publik terkait Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan TPPT. Di lingkup regional dan internasional, ia aktif dalam Financial Intelligence Consultative Group (FICG), Anti-Money Laundering/Counter-Terrorist Financing Work Stream di kawasan ASEAN, Australia, dan Selandia Baru. (mdk/fik)

Baca juga:
PPATK Soroti Tindak Pencucian Uang Lewat Perdagangan Internasional
Kerja Sama Pemberantasan Pencucian Uang Dinilai Mampu Optimalkan Penerimaan Negara
Gandeng PPATK Soal Pencucian Uang, Sri Mulyani Harap RI Jadi Anggota FATF
Kemenkeu-PPATK Kerja Sama Berantas Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme
Hasil Pertemuan Polri dan PPATK Terkait Temuan Aliran Dana Narkoba Rp120 Triliun
Bareskrim Sebut Temuan Rp120 T dalam Transaksi Narkoba Ditangani Penyidik Lain

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami