Jokowi Minta Cuti Bersama Akhir Tahun dan Pengganti Libur Idul Fitri Dikurangi

Jokowi Minta Cuti Bersama Akhir Tahun dan Pengganti Libur Idul Fitri Dikurangi
Presiden Jokowi Hadiri KTT APEC. ©2020 Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
NEWS | 23 November 2020 12:15 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan hasil pembahasan mengenai libur panjang dalam ratas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasil rapat, Jokowi meminta dalam cuti bersama hingga pengganti idul fitri dilakukan pengurangan.

"Yang berkaitan masalah libur, cuti bersama akhir tahun, termasuk libur cuti bersama pengganti Idul Fitri, Presiden minta agar ada pengurangan. Beliau juga memerintahkan supaya segera ada rapat koordinasi antara Menko PMK dengan kementerian dan lembaga terkait, terutama yang berkaitan dengan cuti bersama akhir tahun dan libur pengganti Idul Fitri," kata Muhadjir dalam konferensi pers usai menghadiri Ratas bersama Presiden Jokowi, Senin (21/11).

Pengurangan cuti bersama dan libur pengganti Idul Fitri disinyalir lantaran melonjaknya kasus Covid-19 pasca libur panjang. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengakui adanya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia pasca libur panjang. Dia menuturkan beberapa hari terakhir penambahan kasus berada di sejumlah daerah terutama DKI Jakarta.

"Di ibu kota mencapai kasus yang relatif lebih tinggi dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Dua hari lalu kasus mencapai 1.579 dan kemarin 1.300an," kata Doni usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo.

Dia menuturkan lonjakan libur panjang kali ini angkanya tidak lebih tinggi dibandingkan dengan libur panjang bulan Agustus sebelumnya. Doni merinci sejumlah rumah sakit di Banten, Jawa Barat serta Jawa Tengah mengalami peningkatan di atas 70 persen untuk ruang ICU.

"Sedangkan Jakarta, angka keterisian ruang ICU mencapai 69,5 persen. Tetapi ini pun harus bisa kita upayakan untuk tidak bertambah lagi," kata Doni.

Tidak hanya libur panjang penambahan kasus juga disebabkan adanya kegiatan berkerumun yang dilakukan beberapa hari lalu salah satunya penjemputan Habib Rizieq Shihab. Dilakukan di wilayah Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, Tebet Timur hingga Megamendung, Jawa Barat.

"Sejumlah kasus yang ikut menambah terjadinya kasus selama libur panjang adalah kegiatan-kegiatan kerumunan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Terutama di wilayah Bandara Soetta, di wilayah Kelurahan Petamburan, dan juga wilayah Slipi. Kemudian juga Tebet Timur, serta Megamendung," kata Doni. (mdk/noe)

Baca juga:
Libur Panjang Bikin Kasus Covid-19 Melonjak, Jokowi akan Gelar Rapat Khusus
Libur Panjang, Jumlah Kasus Covid-19 di Kediri Meningkat
Satgas Minta Pemda Awasi Laju Peningkatan Kasus Covid-19 Usai Libur Panjang
Klaster Keluarga Akibat Libur Panjang Diduga Sebabkan Lonjakan Covid-19 di Jatim
Usai Libur Panjang Akhir Oktober, Positivity Rate Jabar dan Jateng Meningkat
Kasus Covid-19 di Kaltim Naik Lagi 235, Buntut Libur Panjang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami