Jokowi Minta Maaf, Kesulitan Ucapkan Terima Kasih dalam Bahasa Bali

PERISTIWA | 15 Juni 2019 18:20 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 41 di depan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, Sabtu (15/6).

Saat sambutan singkatnya, Presiden Jokowi mengaku sulit sekali mengucapkan bahasa Bali, terutama salah satunya adalah matur suksma yang artinya terima kasih.

"Dengan memohon Rahajeng Nugraha Ida Sanghyang Widhi Wasa, hari ini saya membuka dan melepas Pesta Kesenian Bali yang ke 41 tahun 2019. Matur Suksma," kata Jokowi, di atas panggung kehormatan PKB dengan terbata-bata.

Saat mengatakan matur suksma, Jokowi terbata-bata dan ia langsung meminta maaf kepada masyarakat jika dalam penyampaian matur suksma terbata-bata.

"Saya mau ngomong matur suksma dari dulu sering keliru. Jadi mohon maaf sulit sekali. Matur suksma," kata Jokowi, di sambut tepuk tangan masyarakat yang hadir dan memahami kesulitan Jokowi mengatakan matur suksma.

Jokowi juga menyampaikan, bahwa bahasa daerah di Indonesia ini lebih dari 1100. Jadi, jika keliru menyampaikan matur suksma dirinya meminta maaf.

"Karena bahasa daerah kita ini lebih dari 1100 jadi kalau saya keliru (Bahasa) salah mohon dimaafkan. Terutama yang matur suksema ini sulit sekali buat saya. Saya ulang-ulang terus masih keliru terus," ungkap Jokowi.

Pagelaran PKB tahun ini, kali ini diikuti oleh 4.370 orang yang berasal dari seniman, penabuh, penari, koreografer dan masyarakat seni dari 9 Kabupaten Kota di Bali.

Selain itu, juga hadir dalam PKB ini adalah duta dari 10 daerah Indonesia. Di antaranya Papua, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Tengah. Selain itu ada perwakilan dari lima negara yakni Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, India, dan Singapura.

Baca juga:
Periode Kedua, Jokowi Siap Buat Keputusan 'Gila' Asal untuk Kepentingan Negara
Jokowi Sebut Aktivis 98 Cocok Jadi Menteri atau Dubes
Ditanya Tinggalkan Koalisi Prabowo, Ketum PAN Minta Tunggu Putusan MK
Kubu Jokowi: Gugatan Prabowo-Sandi Tak Perlu Ditanggapi Serius
Jawab Tuduhan Kerahkan ASN, TKN Jokowi Sebut yang Menang di Garut Prabowo

(mdk/rnd)