Jokowi minta menteri fokus kerja, jangan terpengaruh tahun politik

PERISTIWA | 6 Desember 2017 18:07 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo memimpin Sidang Kabinet Paripurna dengan fokus pembahasan Rencana kerja Pemerintah Tahun 2018 dan Persiapan Pilkada Serentak 171 Daerah di Istana Kepresidenan Bogor. Dalam pengantarnya, Jokowi mengingatkan kepada menteri dan pimpinan lembaga untuk lebih fokus bekerja mengejar target yang telah ditentukan.

"Saya ingin mengingatkan pada kita semuanya bahwa tahun 2018 adalah tahun politik, juga telah dimulainya tahapan pemilu 2019. Jangan sampai karena tahun politik, konsentrasi kerja kita menjadi terganggu," kata Jokowi, Rabu (6/12).

Mantan Wali Kota Solo ini juga berpesan agar menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga memberikan perhatian penuh pada program yang sudah dicanangkan di 2018. Misalnya perhelatan Asean Games 2018 yang dihadiri sedikitnya 30.000 tamu. Selain itu, ada juga International Monetary Fund World Bank annual meeting yang akan menghadiri kurang lebih 15.000 tamu.

"Saya minta para menteri dan kepala lembaga, betul-betul dikondisikan bahwa program yang telah kita rencanakan betul-betul dicek di lapangan, dikendalikan, dikontrol, sehingga bisa berjalan baik di lapangan," ujarnya.

Selanjutnya, Jokowi juga meminta kepada bawahannya untuk bekerja keras menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional. Di 2018, Jokowi yakin betul pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 5,4 persen. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga berpesan soal kemudahan investasi.

"Sesuai yang disampaikan Pak Menko Ekonomi, nanti Januari atau Februari maksimal kita akan memiliki single sub mission. Ini saya kira harus menjadi target untuk betul-betul ada satgas, task force, yang mengawal setiap investasi yang masuk ke negara kita," kata dia.

Di samping itu, menteri dan pimpinan lembaga juga diminta tetap menjaga stabilitas ekonomi, baik stabilitas harga, keuangan, maupun neraca pembayaran. Khusus soal stabilitas harga, Jokowi meminta agar menjaga stabilitas inflasi.

"Saya ingatkan agar hati-hati dengan inflasi, harus bisa kita kendalikan," ucapnya.

"Kemudian hati-hati juga dengan perubahan iklim, cuaca yang ekstrem dan hati-hati dengan bencana yang ada di beberapa daerah. Ini juga akan ngaruh ke stabilitas harga," imbuhnya.

Di 2018, lanjut dia, menteri dan pimpinan lembaga harus mulai fokus pada program padat karya seperti cash for work yang ada di Kemendes PDT, Kementerian PU PERA, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jokowi menekankan, mulai Januari 2018 seluruh program padat karya harus mulai dijalankan.

"Karena kita harapkan dengan ini ada peningkatan daya beli masyarakat utamanya yang ada di desa," katanya.

Menutup sambutan, Jokowi tak lupa mengingatkan soal program beras sejahtera, dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Jokowi meminta agar program tersebut dijalankan dengan baik, tepat waktu dan tepat sasaran.

"Harus betul-betul disalurkan tepat waktu, tidak terlambat. Shingga kita bisa membantu keluarga-keluarga pra sejahtera," ucapnya. (mdk/lia)


Ibu Negara Afghanistan kagum dengan perempuan Indonesia
Pimpinan DPR: Panglima TNI harus dekat dengan presiden
Tol Soroja diresmikan, pembangunan Bandung Selatan akan meningkat
Besok, DPR bacakan surat Jokowi soal pergantian Panglima TNI di paripurna
Ragukan Indo Barometer, Fadli Zon lebih percaya Orkestra yang menangkan Gerindra
Marsekal Hadi Tjahjanto bukan orang asing buat Jokowi
Bahas surat Jokowi soal Panglima TNI baru, DPR rapat Bamus sore ini

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.