Jokowi Minta Waspadai Penyebaran Corona di Pesantren dan Sekolah Berbasis Asrama

Jokowi Minta Waspadai Penyebaran Corona di Pesantren dan Sekolah Berbasis Asrama
PERISTIWA | 13 Juli 2020 15:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan pendidikan berbasis asrama rentan terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19). Dia meminta jajarannya memberikan atensi khusus terhadap sekolah berbasis asrama, termasuk pesantren.

"Pesan Bapak Presiden terkait dengan kegiatan pendidikan yang berbasis asrama. Sehingga ini harus menjadi atensi semuanya," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/7).

Dia mengatakan, atensi tersebut diberikan Presiden Jokowi pasca Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Sebanyak 1.280 orang yang terdiri dari siswa, staf, dan keluarganya tertular virus corona.

Untuk itu, Doni meminta, agar aktivitas di sekolah berbasis asrama dilakukan secara hati-hati dengan menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, asrama rentan menjadi tempat penyebaran virus corona.

"Ini juga diingatkan semua boarding school termasuk pesantren untuk hati-hati. Sekali lagi hati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan berbasis asrama," ujarnya.

"Karena kalau ada satu orang saja yang terpapar (Covid-19), maka potensi terpapar yang lain pun sangat tinggi," sambung Doni.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, kluster Secapa TNI AD menyumbang penambahan kasus baru positif virus Corona Covid-19 tertinggi di Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada 29 Juni lalu. Kendati begitu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memastikan bahwa tak ada penularan virus corona keluar dari lingkungan Secapa TNI AD.

Pasalnya, menurut Yurianto, Kompleks Pusdik Secapa TNI AD di Bandung itu telah dilakukan karantina wilayah atau lockdown pasca ditemukannya kasus positif Covid-19. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, kegiatan pendidikan di Secapa AD masih tetap berlanjut sesuai kurikulum.

"Jadi di dalam kegiatan sehari-hari sesuai jadwal mereka, kita isolasi mereka, tapi bukan di dalam barak saja, tetap keluar (barak), kepada setiap mereka kita belikan obat, kita awasi mereka saat istirahat juga," kata Jenderal Andika di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu, 11 Juli 2020.

Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Rektor USU Positif Covid-19, Ratusan yang Pernah Kontak Erat Jalani Tes Swab
Update Covid-19 Nasional 13 Juli: Bertambah 1.282, Total Tembus 76.981 Kasus Positif
Pedagang Positif Covid-19 Meninggal, Pasar Harjodaksino Solo Ditutup Sementara
Alasan Program Pelatihan Kartu Prakerja Tak Diperlukan Selama Ada Pandemi
DPRD Minta Pemprov DKI Berani Perketat PSBB Jika Kasus Covid-19 Melonjak

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami