Jokowi Perintahkan Kapolri Cari Jaringan Teroris Bom Bunuh Diri di Medan

PERISTIWA | 13 November 2019 18:55 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo turut berbelasungkawa atas ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Akibat ledakan tersebut, pelaku bernama Rabbial Muslim Nasution tewas dan 6 orang lainnya mengalami luka-luka.

"Presiden menyatakan, sedih atas korban luka-luka di Mapolres Medan. Ia mendoakan agar korban lekas sembuh dan segera kembali beraktivitas," kata Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Jokowi telah memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis untuk menangani kasus ledakan itu secara tepat. Kepala Negara ingin kepolisian menelusuri jaringan pelaku.

"Sesuai pembicaraan dengan Kadiv Humas Polri, akan segera diselidiki. Pak Idham akan menyelesaikan langsung hasil penyelidikan dan penyidikan," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Polisi Harus Lindungi WNI

Fadjroel melanjutkan, Jokowi juga meminta kepolisian melindungi 260 juta penduduk Indonesia dari bom bunuh diri. Apabila ditemukan indikasi yang mengarah ke tindakan radikalisme, Jokowi meminta segera ditindak tegas.

"Presiden juga tegas, tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku. Pemerintah akan melindungi setiap WNI dari kemungkinan tindakan-tindakan terorisme," tegasnya.

Ledakan bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan, Jalan HM Said, Medan, Rabu (13/11), sekitar pukul 08.45 WIB. Saat itu, polisi baru saja selesai apel dan banyak warga yang hendak mengurus SKCK. (mdk/ray)

Baca juga:
VIDEO: Polisi Amankan Barang Milik Bomber Polrestabes Medan dari Kontrakannya
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Tak Pengaruhi Kepercayaan Investor ke RI
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Polisi Buru Satu Pelaku
VIDEO: Moeldoko Tegaskan Bom Bunuh Diri di Medan Bukti Nyata Adanya Paham Radikal
Kapolri Instruksikan Kantor Polisi Steril dari Ojek Online