Jokowi Perintahkan Menkes Awasi Virus Corona Masuk Indonesia

PERISTIWA | 24 Januari 2020 16:23 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak semua pihak mewaspadai virus corona. Jokowi mengaku telah memerintahkan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk terus memantau secara detil virus corona.

"Saya sudah perintahkan ke Menkes untuk diawasi secara detil, diawasi," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/1).

Jokowi memastikan pemerintah mengawasi ketat di jalur masuk RI, seperti pelabuhan dan bandara. Ini untuk memastikan setiap orang yang masuk ke Indonesia dari luar negeri tidak terjangkit virus corona.

"Kita kan juga sudah siap mencek dengan scanner setiap kedatangan dari luar, siapapun yang kita perkirakan kemungkinan besar terjangkit. Tapi sampai sekarang informasi yang saya terima dan moga-moga seterusnya, tidak ada yang terjangkit corona," ujar dia.

1 dari 3 halaman

Minta Masyarakat Waspada

Jokowi juga minta masyarakat hati-hati soal wabah virus corona. Dia pun sudah memerintahkan Menteri Kesehatan untuk mengawasi secara detail.

"Terpenting kita waspada. Hati-hati. Saya sudah perintahkan ke Menkes untuk diawasi secara detil diawasi," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, pemerintah juga sudah menyiapkan alat deteksi untuk orang luar yang masuk ke Indonesia.
"Kita kan juga sudah siap mencek dengan scanner setiap kedatangan dari luar, siapapun yang kita perkirakan kemungkinan besar terjangkit," ucapnya.

Meski demikian, kata Jokowi, hingga kini tidak ada warga negara Indonesia yang terjangkit corona. Dia berharap virus tersebut tidak mewabah ke Indonesia.

"Sampai sekarang informasi yang saya terima dan moga-moga seterusnya, tidak ada yang terjangkit corona," pungkasnya.

2 dari 3 halaman

Menkes Klaim Sudah Antisipasi

Sebelumnya, Terawan Agus Putranto mengaku sudah mengantisipasi masuknya virus corona mematikan dari Kota Wuhan, China Tengah. Dia meminta pihak terkait menjaga ketat bandara dan pelabuhan.

"Semua bandara, semua pelabuhan waspada," katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/1).

Terawan menyebut virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan itu sudah menyasar Bangkok. Bahkan, berdasarkan laporan terbaru hari ini sudah masuk ke Jepang.

"Nah sekarang ini warning terus. Saya giatkan karena itu penularannya paling cepat kalau model SARS kaya begitu," jelasnya.

Terawan mengaku belum mengetahui model penyebaran virus yang diduga disebabkan oleh virus corona tipe baru itu. "Model pneumonia dari Wuhan itu modelnya yang mana kita belum tahu. Tapi paling tidak kita harus mewaspadai karena itu bisa berbahaya," ucap Terawan.

3 dari 3 halaman

Berawal dari Wuhan China

Virus corona baru yang ditemukan Desember 2019 di Wuhan, China kini telah menyebar ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Rusia, dan sejumlah negara di Asia Tenggara. Saat ini di China, jumlah temuan kasus warga yang terjangkit wabah ini mencapai 835 orang termasuk juga di Taiwan, Macau, dan lima kasus ditemukan Hong Kong. (mdk/ray)

Baca juga:
Sempat Mengeluh Demam, WN Meksiko di Bali Dipastikan Negatif Virus Corona
Dana Asing Rp980 Miliar Kabur dari RI Dipicu Wabah Virus Corona
Intip Penanganan Penderita Virus Corona di Wuhan
Seorang Perawat di Arab Saudi Positif Terjangkit Virus Corona
Cegah Virus Corona, Pemerintah Deteksi Setiap Orang Luar Masuk ke Indonesia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.