Jokowi Pidato di Sidang PBB: Politisasi-Diskriminasi Terhadap Vaksin Masih Terjadi

Jokowi Pidato di Sidang PBB: Politisasi-Diskriminasi Terhadap Vaksin Masih Terjadi
Presiden Jokowi di PBB. ©2021 Merdeka.com/Istimewa
NEWS | 23 September 2021 09:18 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut, bahwa diskriminasi vaksin Covid-19 antar negara masih terjadi. Menurutnya, masalah ketimpangan vaksin harus diselesaikan dengan langkah nyata.

"Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi. Hal ini harus bisa kita selesaikan dengan langkah-langkah nyata. Di masa depan kita harus menata ulang arsitektur ketahanan kesehatan global," kata Jokowi saat pidato pada sidang majelis umum ke-76 PBB secara virtual, Kamis (23/9).

Eks Wali Kota Solo itu mengajak negara-negara harus memberikan harapan bahwa pandemi akan bisa teratasi dengan cepat adil dan merata.

"Kita tau bahwa no one is safe until everyone is. Kemampuan dan kecepatan antar negara dalam menangani Covid-19 termasuk vaksinasi sangat timpang," ucapnya.

Menurutnya, diperlukan mekanisme baru untuk menggalang ketahanan kesehatan global. Baik pendanaan, vaksin, obat-obatan obatan, alat kesehatan, dan tenaga kesehatan secara cepat dan merata di selurh negara.

"Diperlukan standarisasi prokes global dalam hal aktivitas lintas batas negara. Misalnya perihal kriteria vaksianasi, hasil tes maupun status kesehatan lainnya," ucapnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Sidang Umum PBB, Jokowi Sebut Kebakaran Hutan di Indonesia Turun 82 Persen pada 2020
Pidato di Sidang PBB, Jokowi Serukan Perdamaian dalam Keragaman
Menteri Kesehatan Brasil Positif Covid-19 Saat Hadiri Sidang Umum PBB
Sekjen PBB: Kita Sedang Berada di Ambang Neraka
Taliban Minta Diberikan Kesempatan Berbicara di Majelis Umum PBB New York
Jokowi Akan Sampaikan Pidato di Sidang Majelis Umum PBB Secara Virtual

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami