Jokowi: RS Darurat Corona di Pulau Galang Bisa Beroperasi Senin Pekan Depan

Jokowi: RS Darurat Corona di Pulau Galang Bisa Beroperasi Senin Pekan Depan
PERISTIWA | 1 April 2020 13:51 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Rumah Sakit (RS) Darurat Virus Corona (Covid-19) di Pulau Galang, Kepulauan Riau sudah mulai beroperasi Senin 6 April 2020. Dia mengakui ada penyelesaian proyek pembangunan RS ini mengalami keterlambatan dari yang ditargetkan.

"Ini maksimal Senin sudah bisa dioperasikan. Memang ada keterlambatan 3-4 hari. Karena ada transportasi bahan material yang terkendala karena cuaca," ujar Jokowi usai meninjau pembangunan RS Darurat Corona di Pulau Galang Kepulauan Riau, Rabu (1/4).

Menurut dia, RS ini mempunyai kapasitas 360 kasur dan ruang isolasi sebanyak 20 ruangan. Selain itu, juga mempunyai 20 ruangan ICU dan 40 non ICU.

"Kita harapkan ini enggak dipakai. Tapi kami siapkan. Kita siap. Sejak awal ini dibangun untuk siapkan," kata Jokowi.

1 dari 2 halaman

Namun, mantan Wali kota Solo tersebut berharap rumah sakit darurat Pulau Galang tidak digunakan. Jika RS di Pulau Galang dipakai menandakan banyak masyarakat yang terpapar corona.

Dia menambahkan nantinya rumah sakit tersebut akan difungsikan menjadi rumah sakit menular dan tempat riset untuk para ilmuan.

"Kalau semuanya selesai, baru kita alihkan untuk penggunaan lain. Rencananya untuk RS penyakit menular dan riset penyakit. Riset dan RS penyakit menular. kami harap ini enggak dipakai," ungkap Jokowi.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan, progres konstruksi fasilitas observasi, penampungan dan karantina untuk virus corona (Covid-19) di Pulau Galang, Kepulauan Riau saat ini sekitar 92 persen.

Proyek ini mulanya ditargetkan rampung pada 28 Maret 2020. Namun karena adanya sejumlah kendala, target waktu penyelesaian tempat ini bergeser jadi 5 April 2020.

Rencananya, fasilitas penampungan, karantina dan observasi corona di Pulau Galang akan memiliki kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur.

Pada Tahap I, dibangun dua gedung bertingkat dua dengan kapasitas 340 tempat tidur, yakni 240 tempat tidur untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 100 tempat tidur untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP). (mdk/ray)

Baca juga:
Jadi Zona Merah Pandemi Corona, Jakarta Tetap Jadi Prioritas Distribusi Pangan
KSP: Presiden Ingin Pelaksanaan PSBB Tegas, Efektif dan Disiplin
Menteri Sri Mulyani Tegaskan Penerbitan Recovery Bond Bukan Pilihan Pertama
Suasana Pernikahan di Tengah Pandemi Corona
Raker dengan DPR, Yasonna Buka Data WNA Masuk Indonesia Selama Pandemi Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami