Jokowi: Saya Ngomong Keras ke Kapolri Ganti Kapolda Tak Bisa Kawal Agenda Negara

Jokowi: Saya Ngomong Keras ke Kapolri Ganti Kapolda Tak Bisa Kawal Agenda Negara
jokowi dan kapolri tinjau vaksinasi merdeka di pondok pesantren. ©2021 Merdeka.com/antara
NEWS | 3 Desember 2021 13:09 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional adalah investasi, bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang hanya berkontribusi sebesar 15 persen. Sebab itu Jokowi meminta agar jajaran Polri turut mengawal investasi hingga bisa menetas dan direalisasikan.

"Artinya apa? 85 persen perputaran uang, pertumbuhan ekonomi itu ada di swasta dan BUMN. Jadi kalau ada yang ganggu-ganggu di daerah urusan investasi, kawal dan dampingi agar setiap investasi betul-betul bisa direalisasikan karena kunci penggerak ekonomi kita ada di situ," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2021 di Candi Ballroom, Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (3/12).

Jokowi membeberkan saat ini investasi tidak hanya di Jawa, tetapi juga di luar Jawa. Menurutnya, investasi di luar Jawa lebih banyak, yakni sekitar 51,7 persen, dibandingkan Jawa yang berkontribusi sekitar 48 persen.

"Saya sudah titip juga ke Kapolri, kapolda yang tidak bisa menjaga diperingatkan, sulit tidak bisa mengawal, tidak bisa menyelesaikan yang berkaitan dengan agenda besar negara kita, maaf saya keras, ngomong keras, tidak bisa, diganti," bebernya.

Mantan Wali Kota Solo tersebut menjelaskan perekonomian Indonesia sendiri saat ini mulai merangkak naik kembali setelah sebelumnya berada pada posisi minus akibat pandemi.

Di kuartal IV tahun 2020, ekonomi nasional masih minus 2,19 persen, kemudian di kuartal I 2021 sudah mulai membaik ke minus 0,74 persen.

Jokowi menjelaskan di kuartal II tahun 2021, ekonomi Indonesia sudah melompat sekitar 7,07 persen. Pada bulan Juli, varian Delta merebak sehingga pemerintah menerapkan pembatasan mobilitas masyarakat yang membuat perekonomian nasional turun lagi menjadi 3,51 persen.

Jokowi berharap perekonomian nasional pada kuartal keempat tahun 2021 bisa tumbuh di kisaran angka 4,5 sampai 5,5 persen.

"Kalau pengendaliannya masih seperti ini, nah di 2022 inilah kebangkitan ekonomi akan kelihatan, misalkan kondisi, situasi seperti yang kita hadapi sekarang, dan motor penggerak dari pertumbuhan ekonomi adalah investasi," katanya.

Baca juga:
Presiden Jokowi Perintahkan Polisi Ikut Jaga Iklim Investasi
Polri Minta Kapolda dan Kapolres Mampu Redam Isu agar Tidak Viral
Langgar Kode Etik, Tiga Anggota Polres Kayong Utara Kalbar Dipecat Tidak Hormat
Ingin Masuk Polri Takut Bayar Ratusan Juta, Ini Penjelasan Polwan Ternyata Gratis
Potret 2 Sahabat TNI-Polri, Dulu Bintang 2 di DKI, Kini 1 Orang Melejit Jadi Jenderal
Dua Polisi Tampan Tiba-Tiba Diborgol, Tak Panik Malah Senyum Bikin Hati Deg-degan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami