Jokowi Sindir Pengkritik Proyek Infrastruktur: Ada yang Bilang Enggak Mau Makan Tol

PERISTIWA | 2 Februari 2019 23:47 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menjawab pernyataan banyak pihak yang mengkritik gencarnya menggarap infrastruktur. Dia menilai pihak yang mengkritik pemerintah memberikan makan masyarakat miskin dengan semen, tol dan aspal tidak mengerti teori ekonomi.

"Silakan ada orang ngomong kepada saya, pak kita enggak mau makan jalan tol. Ya kalau enggak ngerti teori ekonomi makro sulit saya menjelaskan," ungkap Jokowi di hadapan para pengusaha muda di di MG Setos Hotel, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/2).

"Atau kalau memang benci dan enggak senang, dijelaskan kayak apa ya enggak nyambung," tambah Jokowi.

Dia pun menceritakan selama menjadi Presiden mengerjakan segalanya dengan proses. Proses pembangunan pun tak dilakukan sendiri. Selama 4 tahun, kata dia, pemerintah telah membuat 80 persen kabupaten dan kota bisa dilalui.

"Tidak mungkin kita ada anggaran yang tidak banyak kemudian kita ecer-acer, semua dikerjakan akhirnya apa? Enggak jadi barang apa-apa. Sehingga saya putuskan kita konsentrasi saja di satu saja, yaitu infrastruktur baik itu jalan, pembangkit listrik, jalur kereta api, jalan tol, pelabuhan, airport. Suah konsentrasi di sini," ujarnya.

Jokowi mengaku mengontrol semua proyek infrastruktur dengan baik. Menurutnya, hasil pembangunan itu mulai terlihat kendati dahulu target pembangunan tidak tampak.

"Hasilnya apa? Baunya saja enggak keliatan. Sehingga mesti ada tahapan besar. Karena negara kita negara besar, bapak ibu saudara sekalian. Jadi jangan dibandingkan negara kita yang sudah masuk G20 dimasukkan dengan negara Haiti. Ya kan?" ungkap Jokowi.

"Negara Haiti ya gimana kalau ekonomi atau orang yang ngerti ekonomi makro, ngomong ya senyum-senyum membandingkan bukan apple to apple seperti itu," sambungnya.

Jika sudah berjalan dengan baik, kata dia, semua orang bisa nyaman menggunakannya. Dia bercerita saat tahun 1978, pemerintah mulai membangun jalan tol pertama yaitu tol Jagorawi, panjangnya kurang lebih 50 kilometer. Dengan pembangunan tol pertama tersebut, negara lain melihat jalan tol tersebut.

"Malaysia lihat jalan tol apa sih, manajemennya seperti apa, konstruksinya seperti apa, kelolanya seperti apa. Pada nengok, Malaysia lihat, Thailand lihat, Vietnam lihat, China lihat, Filipina lihat, lihat semuanya. Tapi setelah 40 tahun sampai 2014, kita itu baru bangun 780 km," ungkap Jokowi.

Bahkan, hingga akhir baru 782 kilometer. Jokowi menuturkan, pemerintah menargetkan akhir tahun ini, Indonesia akan mendapatkan angka 1854 km. Namun dia tidak bangga, justru pembangunan masih lambat.

"Ini masih lambat, meski sudah kerja pagi malam pagi, tiga shift," kata Jokowi.

Dia pun membandingkan dengan Tiongkok dalam kurung waktu 40 tahun sudah bangun 280 ribu kilometer. Sehingga, menurutnya, pemerintah harus terus mempercepat tol Trans Jawa, Trans Sumatera. Tujuannya untuk meningkatkan distribusi barang dan mobitas.

"Itu tahapan jegret, tahapan jegret, memang harus sperti itu. Kalau semuanya dikerjakan, anggaran diecer-ancer, kembali lagi baunya enggak akan kelihatan. Percaya saya," ungkap Jokowi.

Baca juga:
Di Hadapan Pengusaha Jokowi Janjikan Reformasi Birokrasi Perizinan
Sempat Anjlok 2 Persen, Jokowi Klaim Elektabilitasnya di Jateng Sudah Kembali Naik
Jokowi Sindir Ada Timses yang Gunakan Propaganda Rusia Semburkan Fitnah dan Hoaks
Jokowi: Saya Kurus Tapi Tidak Pernah Takut Apapun
Sindir Lawan Politik, Jokowi Bilang 'Punah Sendiri Saja, Jangan Ajak Indonesia'

(mdk/ray)