Jokowi soal Pelantikan Presiden yang Sederhana: Menyesuaikan Situasi yang Ada

PERISTIWA | 20 Oktober 2019 19:19 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin resmi dilantik presiden dan wakil presiden periode 2014-2019. Prosesi pelantikan di Gedung MPR Jakarta terbilang sederhana dan khidmat, sesuai yang diharapkan Jokowi.

Usai pelantikan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu langsung kembali ke Istana Merdeka Jakarta diiringi oleh rangkaian pasukan pengamanan presiden (paspampres). Dia diagendakan bertemu dengan tamu negara sahabat dan relawan pendukungnya.

Hal ini jauh berbeda saat Jokowi-Jusuf Kalla dilantik sebagai presiden dan wapres pada 2014 silam. Kala itu, keduanya diarak dengan kereta kencana menuju Monas setelah dilantik. Rangkaian acara cukup meriah.

Ditanya soal hal ini, Jokowi pun menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan menyesuaikan situasi saat ini.

"Ya, karena kita juga menyesuaikan pada situasi yang ada," ucap Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Dia bersyukur pelantikannya berjalan dengan khidmat dan dihadiri oleh kepala negara sahabat. Tercatat, ada 17 kepala negara yang menghadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf.

"Kita patut bersyukur bahwa pelantikan hari ini juga dihadiri oleh kepala negara, kepala pemerintahan, dan banyak utusan khusus dari negara-negara sahabat kita," jelasnya.

Baca juga:
Agenda Jokowi Malam Ini, Bertemu Wakil Presiden Negara Sahabat Hingga Relawan
Presiden Jokowi Langsung Kembali ke Istana Seusai Pelantikan
Presiden Pakistan Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Jokowi Lewat Video
Doa Ahok Untuk Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf
Ini Momen Persahabatan Jokowi & Prabowo Saat Pelantikan Presiden 2014 & 2019
Momen Jokowi Saat Ucap Sumpah Jabatan Presiden Periode Kedua

(mdk/ded)