Jokowi yang Tak Ingin Monoton dan Berorientasi Hasil Bukan Proses

PERISTIWA | 20 Oktober 2019 16:42 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi menjabat Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2019-2024. Presiden Jokowi didaulat menyampaikan pidato kenegaraannya di depan para tamu undangan yang menghadiri pelantikannya.

Jokowi menyampaikan, dalam dunia yang penuh risiko, sangat dinamis dan kompetitif, harus terus dikembangkan cara-cara dan nilai-nilai baru. Jokowi tidak ingin terjebak dalam rutinitas yang monoton.

Jokowi bercerita saat dia mendobrak rutinitas. Di tahun pertama sebagai presiden, Jokowi mengundang masyarakat untuk halalbihalal di Istana. Protokol memintanya berdiri di satu titik. Jokowi menuruti karena itu tahun pertamanya. Di tahun kedua, digelar kembali halalbihalal. Protokol kembali meminta Jokowi berdiri di titik yang sama seperti tahun lalu. Menurut Jokowi, mendobrak rutinitas penting dilakukan.

"Langsung saya bilang ke Mensesneg, 'Pak, ayo kita pindah lokasi. Kalau kita tidak pindah, akan jadi kebiasaan. Itu akan dianggap sebagai aturan dan bahkan nantinya akan dijadikan seperti undang-undang.' Ini yang namanya monoton dan rutinitas," ungkap Jokowi di Gedung DPR, Minggu (20/10).

Meningkatkan produktivitas adalah hal lain yang menjadi prioritas. Jokowi ingin semua bekerja tidak hanya berorientasi pada proses, tapi hasil nyata. Jokowi mengaku sering mengingatkan pada para menteri di periode pertamanya.

"Tugas kita bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi tugas kita adalah membuat masyarakat menikmati pelayanan, menikmati hasil pembangunan," jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, seringkali birokrasi melaporkan bahwa program sudah dijalankan dan anggaran telah dibelanjakan. Termasuk laporan keuangan telah selesai. Sering kali Jokowi mendapat laporan program sudah terlaksana. Tetapi, setelah dicek di lapangan, setelah rakyat belum menerima manfaat. Ternyata rakyat belum merasakan hasilnya.

"Sekali lagi, yang utama itu bukan prosesnya, yang utama itu hasilnya. Cara mengeceknya itu mudah. Lihat saja ketika kita mengirim pesan melalui SMS atau WA. Ada sent, artinya telah terkirim. Ada delivered, artinya telah diterima. Tugas kita itu menjamin delivered, bukan hanya menjamin sent."

Daroi perumpamaan itu, Jokowi akan memaksa birokrasi making delivered. Tugas birokrasi menjamin agar manfaat program dirasakan masyarakat. (mdk/noe)

Baca juga:
Jokowi: Layarku Sudah Terkembang, Kemudiku Sudah Terpasang
Jokowi ke Calon Menteri: Bagi yang Tidak Serius, Pasti Saya Copot
Jokowi: Kemiskinan Dekati 0 Persen Pada 2045, Sudah Kita Hitung Sangat Memungkinkan
Presiden Jokowi Akan Prioritaskan Lima Hal Ini Dalam Periode Kedua Kepemimpinan
Jokowi: Kemiskinan Dekati 0 Persen Pada 2045, Sudah Kita Hitung Sangat Memungkinkan
Ketua MPR Sampaikan Pantun Penghormatan JK dalam Bahasa Bugis

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.