Jual 97 Satwa Dilindungi, 2 Warga Balikpapan Ditahan

PERISTIWA | 18 November 2019 00:03 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Dua warga kota Balikpapan, Kalimantan Timur, EP (38) dan P (41), diamankan tim gabungan Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, beserta Polda Kalimantan Timur. Keduanya kini ditetapkan tersangka kasus jual beli 97 satwa dilindungi, yang dilarang negara.

"Penyidik menetapkan keduanya sebagai tersangka pada 6 November 2019, setelah kita amankan 22 Oktober," kata Kasi Wilayah II Samarinda Balai Gakkum Wilayah Kalimantan Annur Rahim, dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (17/11).

Annur menerangkan, keduanya diamankan di kios burung masing-masing. Dari tangan EP, petugas mengamankan 44 satwa ekor satwa. Sementara dari tangan P, petugas juga mengamankan 53 satwa serupa.

"Berupa burung, dalam kondisi hidup. Satwa-satwa itu berasal dari daerah lain. Keduanya ini, berperan sebagai pengumpul, untuk kemudian dijual. Berapa harga jualnya, ini masih kami dalami," ujar Rahim.

1 dari 1 halaman

Puluhan Burung Disita Polisi

Rahim menerangkan, 97 ekor burung dilindungi itu terdiri dari 5 jenis yaitu Cica Daun/Cica Hijau, Tiong Mas, Poksai Sumatera, Nuri Maluku, dan Kakatua Jambul. "Semua satwa itu kami sita, kami amankan di kantor di Samarinda," tambah Rahim.

"Penyidik KLHK tengah berupaya menyelesaikan berkas-berkas pemeriksaan, untuk selanjutnya diserahkan ke jaksa atau tahap I. Keduanya tidak ditahan, tapi kami kenakan wajib lapor di Polsek terdekat mereka tinggal di Balikpapan," terang Rahim.

Penyidik KLHK menjerat tersangka EP dan P dengan Pasal 21 ayat 2 Huruf a junto Pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun, dan denda maksimal Rp 100 juta.

Masih diterangkan Rahim, keberhasilan penanganan kasus ini tidak terlepas dari kerjasama dan sinergitas yang telah terjalin dengan baik antara Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, BKSDA Kalimantan Timur, dan Polda Kalimantan Timur. (mdk/gil)

Baca juga:
2 Warga Balikpapan Ditahan usai Jual 97 Satwa Dilindungi
Lagi Kemping, Wisatawan Gunung Dempo Pagaralam Diserang Harimau
Warga Ketakutan, Minta Pemerintah Tangkap Harimau Sumatera yang Tewaskan Pemuda
Pelihara Burung Beo dan Cucak Hijau Harus Ada Izinnya
4.682 Babi di Sumut Mati Karena Terjangkit Virus Hog Cholera
Saat Gajah Sumatera Ikut Upacara Hari Pahlawan
BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap Cari Harimau Sumatera di Taman Nasional Zamrud