Jual Kulit Harimau hingga Sisik Tenggiling, Dua PNS di Aceh Ditangkap

Jual Kulit Harimau hingga Sisik Tenggiling, Dua PNS di Aceh Ditangkap
Polisi menunjukkan barang bukti kasus perdagangan satwa liar di Bener Meriah, Aceh. ©2022 Merdeka.com/Istimewa
NEWS | 26 April 2022 08:21 Reporter : Alfath Asmunda

Merdeka.com - Tiga warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, ditangkap polisi karena memperdagangkan bagian tubuh satwa dilindungi. Dua di antaranya berstatus pegawai negeri sipil.

Para tersangka yakni seorang perempuan berinisial SN (40) dan dua laki-laki NI (40) dan TH (31). SN dan NI berstatus PNS.

Kapolres Bener Meriah AKBP Agung Surya Prabowo mengatakan, barang bukti yang diamankan dalam penangkapan itu berupa opsetan beruang madu, selembar opsetan kulit harimau sumatera, dan 1,5 kilogram sisik tenggiling.

"Ketiga tersangka ditangkap pada 23 April 2022. Kami mendapat informasi akan ada transaksi jual beli satwa liar yang dilindungi. Mulanya polisi menangkap SN di rumahnya di Desa Reronga, Kecamatan Gajah Putih. Di TKP petugas menemukan sisik trenggiling," kata Agung, Senin (25/4).

2 dari 2 halaman

Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Seusai menangkap SN, polisi melakukan pengembangan dan bergerak menuju Desa Singah Mulo, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Di sana, mereka menangkap tersangka TH saat berada di rumahnya. Satu opsetan beruang madu dan selembar opsetan kulit harimau sumatera diamankan petugas.

Polisi bersama tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menangkap kemudian menangkap NI, warga Desa Rimba Raya, yang masih satu kecamatan dengan tersangka TH. Tersangka NI berperan sebagai perantara jual beli satwa dilindungi itu.

Agung mengatakan, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf B Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Jo PP Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Jo Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 106 Tahun 2018 tentang Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi.

"Dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun dan denda senilai Rp100 juta," sebutnya.

Baca juga:
6 Pelaku Penangkapan dan Perdagangan Penyu Hijau di Sulsel Dibekuk Polisi
Seorang Kades di Solok Jadi Otak Pelaku Perdagangan Satwa Lindung
KLHK Tangkap Tiga Penjual 36,7 Kg Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong di Medan
Kulit Harimau dan Paruh Burung Rangkong di Aceh Tengah Dimusnahkan
BBKSDA Sumut Gagalkan Perdagangan 5 Kg Sisik Trenggiling
Polisi Amankan Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi di Sumatera Barat

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami