Jual Senjata Api Ilegal, Pemuda di Tasikmalaya Ditangkap Polisi

Jual Senjata Api Ilegal, Pemuda di Tasikmalaya Ditangkap Polisi
Pelaku Penjual Senjata Api Ilegal Ditangkap. ©2020 Merdeka.com/Aksara Bebey
PERISTIWA | 26 November 2020 13:29 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Dias Anjasmara (25) ditangkap polisi karena diduga menjual senjata api ilegal dengan cara memodifikasi senjata jenis airsoft gun. Tersangka kerap memasarkan produk dan menawarkan jasa modifikasi melalui marketplace (situs belanja online).

Penangkapan Anjasmara dilakukan Unit I Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat berdasarkan penyelidikan salah satu akun situs belanja online. Ia diketahui berdomisili di Kabupaten Tasikmalaya.

Salah satu bentuk modifikasinya adalah mengubah airsoft gun bertenaga gas CO2 menjadi senjata api dengan kaliber 22 dan kaliber 38 dengan mengganti partisi seperti trigger, hammer pin dan silinder untuk bisa menembakkan peluru.

"Tersangka menjual senpi ilegal dari hasil modifikasi airsoft gun, selain itu tersangka pun membuka layanan jasa modifikasi. Jadi, pelanggan bisa mengirimkan airsoft gun untuk dirakit (jadi senjata api),” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago di Mapolda Jabar, Kamis (26/11).

Tersangka sudah menjalani bisnisnya selama dua tahun setelah menguasai keahliannya secara autodidak. Setiap senjata api hasil modifikasi dijual dengan harga Rp5 juta sampai Rp8 juta.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 9 UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau setinggi-tingginya 20 tahun.

Bisnis jual beli, jasa servis dan modifikasi ini tanpa izin. Ini berbahaya kalau senjata api berada di tangan orang yang tidak bertanggungjawab. Ini urusan soal keselamatan nyawa orang," ucap dia.

“Kami sedang mencari adanya tersangka lain. Masyarakat diimbau melaporkan kepada polisi jika menemukan akun sejenis,” pungkasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Senpi Asal Filipina Hendak Diselundupkan ke Papua Barat, 3 Pemasok Ditangkap Polisi
Bisnis Gelap Senjata Api Anggota Brimob dan TNI di Bumi Cendrawasih
Polisi Buru SK, Eks Anggota DPRD Intan Jaya Pemesan Senpi ke Personel Brimob
7 Kali Pasok Senjata ke KKB, Anggota Brimob Diberi Upah Rp10-30 Juta Per Pucuk
Melibatkan Anggota Brimob, Jual Beli Senpi untuk KKB Berlangsung Sejak 2017
Bawa Senjata Api, Pengusaha dan Eks Anggota Polri Ditangkap di Bandara Soetta

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami