Jumlah Penumpang di Stasiun Solo dan Yogya Naik 6 Persen Selama Musim Mudik

PERISTIWA | 17 Juni 2019 23:04 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah penumpang di wilayah Daop 6, Solo dan Yogyakarta naik sebesar 6 persen selama periode masa angkutan Lebaran.

"Ada kenaikan sekitar 6 persen dibanding periode yang sama tahun 2018. Ini sebagai dampak dari perbaikan layanan yang kami berikan kepada penumpang," ujar Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto, Senin (17/6).

Eko menyebut, selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran, jumlah penumpang di Daop 6 Yogyakarta mencapai 681. Sedangkan tahun sebelumnya hanya 643.607 orang. Lonjakan jumlah penumpang ini karena adanya perbaikan layanan yang diberikan.

Menurut Eko, tingginya animo masyarakat menggunakan angkutan kereta api ini karena adanya peningkatan pelayanan. Di antaranya ketepatan waktu, keselamatan, kenyamanan dan keamanan.

Berdasarkan data PT KAI, puncak arus mudik terjadi pada H-4 Lebaran. Pada hari tersebut sebanyak 32.472 turun di sejumlah stasiun di Yogyakarta dan Solo. Jumlah tersebut naik signifikan jika dibandingkan tahun 2018 sebesar tahun sebelumnya, sebesar 29.194 orang.

Sedangkan untuk arus balik tertinggi terjadi pada H+3 Lebaran dengan jumlah penumpang sebanyak 39.549 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 37.808 penumpang.

"Pada saat hari H, baik H 1 maupun H2 jumlah pemudik masih tinggi. Pada H1 jumlahnya masih 20.933 orang dan pada H2 ada 31.351," katanya.

Baca juga:
5 Fakta Menarik Mudik Lebaran 2019 dalam Angka
Lebaran 2019, Kemenhub Catat Tingkat Kecelakaan Turun 75 Persen
Ada One Way saat Mudik 2019, Omzet Pedagang Pantura Naik 300 Persen
Selama Lebaran 2019, Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani 1,09 Juta Penumpang
Kemenhub Catat Pemudik Angkutan Umum Lebaran 2019 Turun, Terbesar dari Pesawat
Kemenhub Klaim Harga Tiket Pesawat Selama Libur Lebaran Turun 16 Persen

(mdk/cob)