Jumlah Penumpang Meningkat, Bandara Adi Soemarmo Perketat Protokol Kesehatan

Jumlah Penumpang Meningkat, Bandara Adi Soemarmo Perketat Protokol Kesehatan
PERISTIWA | 10 Juli 2020 20:33 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sejak diberlakukannya new normal, jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Internasional Adi Soemarmo meningkat. Untuk memberikan kenyamanan, pengelola menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Ada peningkatan jumlah penumpang baik yang datang maupun yang berangkat melalui Bandara Adi Soemarmo. Untuk bulan Juni dan Juli ini jumlah penumpang kisaran 50 sampai 100 pax," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Yani Ajat Hermawan, Jumat (10/7).

Yani menjelaskan, sejumlah maskapai yang beroperasi saat ini adalah Garuda Indonesia relasi Cengkareng-Solo-Cengkareng, Citilink rute Halim Perdanakusuma-Solo-Halim Perdanakusuma, Batik Air rute Cengkareng-Solo-Cengkareng dan Nam Air relasi Pontianak-Solo-Pontianak.

Dengan kenaikan jumlah penumpang ini, lanjut Yani, pihaknya terus meningkatkan protokol kesehatan. Baik dari pengecekan dokumen, suhu tubuh, penyiapan handsanitizer dan pembersihan secara intens dan berkala dengan disinfektan.

"Kami juga mewajibkan para petugas untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) mulai dari kacamata pelindung (goggles), masker, dan sarung," katanya.

1 dari 1 halaman

Menurut dia, protokol kesehatan new normal ini merupakan komitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh calon penumpang dan pengguna jasa di Bandara Internasional Adi Soemarmo.

Protokol Kesehatan tersebut mengatur secara detail mengenai prosedur dan persyaratan yang dibutuhkan bagi calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan domestic dan internasional.

Bandara Adi Soemarmo, dikatakannya, terus melakukan upaya pencegahan, penyebaran dan penerapan protokol kesehatan Covid-19 dengan penerapan social /physical distancing, pengecekan dokumen kesehatan, dan pengecekan suhu tubuh tidak hanya bagi penumpang tetapi juga bagi mitra usah dan seluruh personil yang bertugas di bandara.

"Upaya lain yang kita lakukan dalam upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19 adalah dengan menyediakan pelayanan rapid test di terminal bandara dengan biaya Rp150.000," pungkas dia. (mdk/ray)

Baca juga:
Sederet Fakta Kemegahan Bandara Internasional Yogyakarta, Bikin Putri Indonesia Kagum
DPR Saran Pengetatan Aturan Transportasi Tak Hanya Fokus di Bandara
BKPM Gandeng Angkasa Pura II Tawarkan 7 Proyek Pengembangan Bandara Senilai Rp16 T
Anggota DPR Soroti Kejanggalan Kewajiban Rapid Test Sebelum Naik Pesawat
Data BPS: Jumlah Penumpang Pesawat Anjlok Hingga 90 Persen di Mei 2020

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami