Jumlah Ponsel di Indonesia Melebihi Penduduk, Hoaks Berpotensi Cepat Tersebar

PERISTIWA | 9 Juni 2019 02:35 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Rosarita Niken Widiastuti mengingatkan, masyarakat harus cerdas merespon kemajuan teknologi. Termasuk perkembangan internet.

Dia menuturkan, menurut survei yang telah dilakukan, pengguna internet di Indonesia terbanyak adalah generasi milenial yang mencapai 56 persen. Tingginya angka pengguna internet menjadi tantangan tersendiri.

"Bahkan jumlah perangkat handphone yang beredar di Indonesia sudah melebihi jumlah penduduk Indonesia, sehingga memang ini menjadi peluang besar tersebarnya kabar bohong (hoaks) jika masyarakat tidak cerdas," kata Rosarita pada acara Dialog Publik yang bertajuk "Merawat Kebhinnekaan Melawan Hoax" di Kuta, Bali, seperti dilansir Antara, Sabtu (8/6).

Lebih lanjut Rosarita mengatakan, banyaknya grup WhatsApp mempercepat pergerakan informasi. Ini menjadi tantangan karena kabar bohong sangat berbahaya. Maraknya kabar bohong, khususnya di sosial media saat ini, sudah menjadi masalah nasional yang dapat mengakibatkan lunturnya persatuan dan kesatuan NKRI.

Sekda Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara mengajak seluruh masyarakat untuk cerdas dan bijaksana dalam menggunakan sosial media.

Menurutnya, merawat kebhinnekaan dapat dilakukan dengan memperkuat penanaman pendidikan karakter dan bingkai budaya, artinya ada aturan-aturan dan etika yang harus dijaga sebagai bingkai penyebarluasan informasi.

Rai Iswara mengatakan fenomena pemicu kabar bohong itu bisa tersebar karena karakter masyarakat yang cenderung menyalahkan orang lain, sehingga muncul beragam persepsi publik yang dapat memicu kabar bohong (hoaks).

"Untuk menangkal kabar bohong tersebut, maka acara seperti ini sangat baik dilaksanakan, karena mampu menjadi wadah diskusi dan komunikasi yang positif," ujarnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Polisi Pastikan Kasus Hoaks Lieus Sungkharisma Lanjut Meski Penahanan Ditangguhkan
Menkominfo Harap Lebaran Jadi Momen Sebar Konten Positif dan Kurangi Hoaks
Polisi: Mustofa Nahrawardaya Boleh Keluar Kota, Tapi Keluar Negeri Enggak Boleh
Alasan Polisi Kabulkan Penangguhan Lieus: Tak Akan Ulangi Perbuatan dan Tidak Kabur
Penangguhan Penahanan Dikabulkan, Mustofa Langsung Isi Ceramah di Bengkulu

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.