Jumlah Warga Aceh Penerima Bantuan Akibat Corona 2 Kali Lipat dari Angka Kemiskinan

Jumlah Warga Aceh Penerima Bantuan Akibat Corona 2 Kali Lipat dari Angka Kemiskinan
PERISTIWA | 9 April 2020 19:22 Reporter : Afif

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Aceh memastikan jumlah penerima bantuan untuk warga terdampak corona atau bantuan jaring pengaman sosial dua kali lebih banyak, dari angka kemiskinan di sana yang saat ini tercatat 15 persen. Meski tidak detail menjelaskan angkanya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah beralasan karena pandemi corona membawa dampak besar bagi perekonomian warga.

"Jadi kita alokasikan bantuan Social Safety Net dampak corona sebesar 30 persen," kata Nova kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (9/4).

Menurut Nova, selama pandemi Covid-19 banyak warga yang kehilangan pekerjaan. Warga tidak dapat bekerja, terutama dari sektor nonformal berkurang pendapatannya, apa lagi ada usaha yang harus tutup.

"Bahkan ada kabupaten, seperti Pidie itu 4 kali dari angka kemiskinan, karena banyak yang berdampak," tuturnya.

Nova mengingatkan kepada kepala daerah agar tidak boleh ada penyimpangan dalam penyaluran bantuan jaring pengaman sosial dampak dari Covid-19. Seluruh bantuan itu harus disalurkan kepada penerima yang berhak, yaitu warga yang terdampak akibat Covid-19.

"Bupati (wali kota) tolong perhatikan, tolong jangan sampai begitu (terjadi penyimpangan)," kata Nova Iriansyah, Kamis (9/4).

Kata Nova, selama pandemi corona telah berdampak terhadap berbagai aspek, terutama setor ekonomi mikro dan lapangan pekerjaan. Selain itu roda perekonomian terganggu akibat pemberlakuan social distancing. Banyak pekerja nonformal tidak lagi dapat bekerja, sehingga berdampak semakin banyaknya orang miskin.

Untuk mengantisipasi semakin buruknya kondisi, Nova mengaku pemerintah harus hadir untuk menanggulanginya. Seperti memberikan bantuan atau subsidi kebutuhan pokok untuk masyarakat yang berdampak langsung.

Sumber anggaran diambil dari dana tak terduga dalam Anggaran Pendapatan Belanja (APBA) 2020 sebesar Rp118 miliar. Yang sudah dipergunakan setengah dari jumlah itu. Masih ada dana cadangan yang belum dibelanjakan sebesar Rp50 miliar lebih.

Sementara itu Wakil Bupati Aceh Besar, Husaini A Wahab mengaku akan menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang berdampak pandemi corona.

"Kalau ada yang menyimpang, atau sengaja dilakukan, itu lebih jahat dari virus corona itu sendiri," ungkapnya.

Waled Husaini, sapaan akrab wakil bupati Aceh Besar meminta kepada masyarakat agar patuh terhadap imbauan pemerintah. Bila pemerintah melarang berkumpul, keluar rumah dan menganjurkan memakai masker, maka harus patuh.

"Tawakal kepada Allah itu benar, tapi kalau ada harimau di depan lalu kita tidak menghindar, itu bukan tawakal. Makanya patuhi pemerintah, sami’ na wata’na. dengar apa yang dianjurkan oleh ahli," pintanya. (mdk/cob)

Baca juga:
LPS Bakal Tegur Bank yang Tutup Kantor Cabang dan Tak Layani Nasabah
Bisnis Hotel dan Restoran di Tangsel Babak Belur Gara-Gara Corona
LPS Beri Sinyal Akan Jamin Uang Nasabah di Atas Rp2 Miliar
Menko PMK Sebut Cuti Bersama Idul Fitri 2020 Digeser Jadi 28-31 Desember
Nasabah KUR Bisa Tunda Cicilan 6 Bulan, Perhatikan Syaratnya
Dampak Covid-19, KA Bandara Berhenti Operasi Mulai 12 April

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami