Jusuf Kalla Ingin Masjid Punya Fungsi Pengembangan Ekonomi Warga

PERISTIWA | 3 Oktober 2019 16:44 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Wakil Presiden sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla JK, berharap masjid dapat mengembangkan perekonomian warga. Hal ini dikatakan JK saat melantik pengurus DMI Jawa Timur di Surabaya.

Menurut JK, selama ini masjid telah menjadi aktifitas perekonomian pada waktu tertentu. Sehingga, dia berharap jika masjid-masjid yang ada di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas ibadah, namun juga berfungsi sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan.

"Masjid harus punya fungsi pengembangan ekonomi juga. Jadi kalau ada orang jualan depan masjid usai salat Jumat jangan dibubarkan," katanya, Kamis (3/10).

Jumlah masjid di Indonesia, menurut laporan yang diterimanya lebih dari 800 ribu. Dari jumlah itu, Jawa Timur memiliki jumlah lebih banyak dari daerah lainnya.

Dia memprediksi, jumlah masjid saat ini mungkin sudah mencapai 1 juta lebih, karena DMI dan Kementerian Agama saat ini sedang dalam upaya menghitung dan mendata.

Masjid di Indonesia beda dengan masjid di kebanyakan negara muslim. Sebab kebanyakan masjid di Indonesia dibangun dengan dana swadaya masyarakat dan dikelola sendiri oleh masyarakat.

"Di negara lain masjid dibangun oleh pemerintah. Bahkan takmir masjidnya digaji oleh pemerintah," pungkasnya.

Untuk itu, JK pun berharap apa yang menjadi apa yang diinginkannya tersebut dapat terwujud nantinya. (mdk/ray)

Baca juga:
Cerita Wapres JK Pernah Dijewer Marbut saat Bermain di Masjid Waktu Kecil
Kunjungi Pondok Gontor, Wapres JK Wakafkan Tanah Milik Keluarga
2 Menteri Melenggang Ke DPR, Jokowi Pilih Plt Dibanding Angkat Menteri Baru
JK Pesan Anggota DPR Baru Jalankan 3 Fungsinya dengan Baik
Ini Alasan Presiden Jokowi Tunjuk Plt Dibanding Angkat Menteri Baru

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.