Kabar Bahagia, Satu Pasien Covid-19 di RSSA Malang Dinyatakan Sembuh

Kabar Bahagia, Satu Pasien Covid-19 di RSSA Malang Dinyatakan Sembuh
PERISTIWA » MALANG | 23 Maret 2020 15:16 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Kabar bahagia datang dari Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang yang berhasil menyembuhkan pasien terinveksi positif Covid-19. Usai sekian waktu menjalani perawatan, pasien tersebut dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Direktur RSSA Malang, dr. Kohar Hari Santoso mengatakan, merawat sebanyak 15 orang pasien, 3 di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Satu dari 3 yang diperbolehkan pulang adalah pasien positif terinfeksi Covid19.

"Termasuk yang dipulangkan itu ada yang positif, tapi ternyata sudah sembuh. Artinya dia klinis sudah baik, tapi itu kan masih ada masa pemulihan. Maka kemudian di rumah masih harus mengurangi interaksinya dengan masyarakat luar," jelas dr. Kohar Hari Santoso di RSSA Malang, Senin (23/3).

Kata Kohar, yang perlu disampaikan kepada masyarakat bukan ketakutannya terhadap virus tersebut, tetapi bagaimana bersikap bijak menghadapinya. Sehingga semua pihak tetap melakukan upaya pencegahan sebagaimana dianjurkan.

"Sehingga upaya-upaya untuk pencegahan tetap dilakukan, seperti di antaranya social distancing (menjaga jarak), cuci tangan, etika batuk, terutama kalau tidak ada keperluan mohon tetap tinggal di rumah saja. Supaya tidak terkena virus Corona ini," jelasnya.

Ketiga pasien tersebut, ditegaskan oleh Kohar, dipulangkan karena kondisinya memang sudah sembuh. Pasien tersebut memasuki fase penyembuhan yang dapat dilakukan dengan beristirahat di rumah, serta menjalankan self isolation (isolasi diri).

"Kondisinya sudah sembuh. Sembuh itu memang secara fisik, secara klinis ya baik, oleh karena itu kita pulangkan. Tapi memang membutuhkan fase penyembuhan, jangan kemudian didatangi keluarganya gerudukan, nanti selama menerima tamunya, kecapekan lagi. Maka tetap social distancing itu tolong diperhatikan," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Terus Dipantau

RSSA Malang masih melakukan pemantauan dengan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Malang guna pendampingan termasuk berkaitan dengan self isolation.Kohar berpesan kepada masyarakat untuk tidak menstigma pada pasien yang sudah sembuh atau proses penyembuhan tersebut.

"Masyarakat tidak usah menstigma, kemudian memblokade rumahnya dan sebagainya. Yang penting interaksinya nggak usah berdekatan itu sudah tidak jadi masalah," katanya.

"Kami pesenin untuk melakukan self isolation, karena masih fase pemulihan. Supaya tidak ada potensi menularkan ke orang yang lain," katanya.

Sementara juru bicara Satgas Covid19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif menegaskan, hasil laboratorium salah satu pasien menunjukkan negatif. Pasien yang masih berstatus mahasiswa tersebut satu-satunya pasien positif di Kota Malang.

"Hasil pemeriksaan laboratorium sudah kami dapatkan dan ditegaskan bahwa PDP atas nama RZ yang sebelumnya dinyatakan positif telah dinyatakan negatif. Artinya sembuh total," tegas Husnul.

Sehingga per 23 Maret 2020, data perkembangan Covid19 di Kota Malang terpotret PDP (Pasien Dalam Pengawasan) tinggal 6 orang. Setelah RZ dinyatakan sembuh maka PDP di RSSA tinggal 1 orang, karena PDP atas nama HS telah meninggal dunia.

Kabar menggembirakan berikutnya, 1 orang PDP di RST Soepraoen juga dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan. Namun bersamaan 1 pasien PDP masuk di RKZ (RS Panti Waluyo).

"Kita patut bersyukur (Alhamdulillah). Kabar ini memberikan rasa optimisme, bahwa Corona bisa disembuhkan," kata Sutiaji, Walikota Malang.

Namun demikian, masih tetap berpesan agar setiap orang waspada dan menjaga kesehatan secara mandiri. Masing-masing membangun imune (daya tahan tubuh) dan sementara waktu membatasi beraktifitas di luar rumah. (mdk/ded)

Baca juga:
Masuk Perkampungan Warga, Risma Pimpin Penyemprotan Disinfektan Gunakan Drone
Masyarakat Miskin Paling Rentan Terdampak Virus Corona
Pemprov DKI Sediakan 12 Unit Tempat Cuci Tangan untuk Lawan Corona
Pemerintah Siapkan Hunian dan Transportasi untuk Tenaga Medis Virus Corona
Pasien PDP Covid-19 di Magelang Meninggal Dunia
Wapres Ma'ruf Amin Minta MUI Keluarkan Fatwa Soal Jenazah Pasien Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami