Kabupaten Bogor Siapkan Tiga Kecamatan sebagai Lumbung Padi Dunia

PERISTIWA | 17 September 2019 02:03 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Tiga kecamatan di Kabupaten Bogor, disiapkan untuk menyukseskan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045. Meskipun, secara keseluruhan, beras petani lokal hanya mampu memenuhi 61 persen kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Bogor.

Tiga kecamatan itu yakni Cariu, Tanjungsari dan Sukamakmur. Menurut Bupati Bogor Ade Yasin, ketiganya merupakan sumber penghasil gabah utama di Bumi Tegar Beriman saat ini.

Di sana, kata dia, terdapat 5.186 hektare sawah dan bisa dipanen dua kali dalam setahun. Optimalisasi terus dilakukan agar produksi pertanian di 45 ribu hektare sawah di seluruh Kabupaten Bogor tergarap maksimal.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian pun terus membantu dalam peningkatan produksi beras di Bumi Tegar Beriman. Seperti tahun lalu, dengan menerapkan program peningkatan produksi dan produktivitas Padi Inbrida.

"Tahun lalu budidaya Padi Inbrida di lahan 1.000 hektare. Juga budidaya Padi Inbrida sebagai pengganti benih padi bersubsidi berupa sarana produksi benih seluas 17 ribu hektare yang tersebar di 889 kelompok tani," kata Ade Yasin, Senin (16/9/2019).

Ade optimis Bumi Tegar Beriman segera mencapai swasembada pangan lokal dari saat ini hanya mampu memenuhi 61 persen kebutuhan beras 5,8 juta penduduk.

Tahun lalu, Kabupaten Bogor mampu memproduksi 353.150 ton beras dari luas panen 85.966 hektare. "Jumlah yang ada memang baru mampu memenuhi 61 persen kebutuhan. Tapi kita optimis mampu tercapai swasembada. Terpenting nilai ekonomis petani meningkat dulu," pungkas Ade.

Menurut dia, sejak 2017 Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mengoptimalkan 5.186 hektare areal persawahan. Kini program optimalisasi sawah di tiga kecamatan tersebut mulai terbukti dengan tingginya produktivitas padi di Kabupaten Bogor.

"Kalau semua sudah cukup disediakan di sini, ke depan Kabupaten Bogor bisa swasembada pangan 100 persen," katanya.

Baca juga:
Bulog: Stok Beras Melimpah, Kita Tak Perlu Impor
3 Cara Memasak Beras Merah Menjadi Nasi yang Pulen
1 September 2019, Bulog Mulai Salurkan Beras Program BPNT
Keren, Kini Indonesia Mampu Produksi Sendiri Beras untuk Sushi
Soal Ekspor Beras, Menteri Amran Bantah Produk Indonesia Lebih Mahal
Bulog Pastikan Stok Beras Aman Meski Ada Kemarau Panjang

(mdk/bal)