Kabut Asap Mulai Selimuti Sebagian Aceh, Jarak Pandang Hanya 3 Meter

PERISTIWA | 23 September 2019 10:28 Reporter : Afif

Merdeka.com - Kabut asap mulai menyelimuti sebagian daerah di Aceh. Tingkat kepekatan di setiap daerah berbeda-beda, namun berdasarkan data yang dirilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda Kabupaten Aceh Singkila, Aceh Tengah, Aceh Tamiang dan Aceh Timur mengakibatkan jarak pandang hanya 3-4 meter.

Kabut asap semakin tebal itu diduga kiriman dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera, seperti dari Jambi, Riau dan Pekan Baru.

Paparan asap akibat Karhutla juga sudah mulai menyelimuti Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Sejak pagi, Senin (23/9) terpantau matahari tertutup kabut asap dan tampak seperti mendung.

Bahkan kabut asap juga terpantau dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Tampak mulai menyelimuti asap dan jarak pandang cukup terbatas.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun I Sultan Iskandar Muda, Zakaria menjelaskan, berdasarkan peta sebaran asap yang dikeluarkan BMKG Pusat. Sebaran asap mulai menyelimuti Aceh, setelah sejak dua hari lalu selimuti, Medan, Sumatera Utara.

"Setelah beberapa hari yang lalu asap dari Karhutla dari beberapa propinsi di Sumatera masuk ke wilayah Aceh dan kemudian sempat menghilang. Hari ini datang lagi menyapa Aceh," kata Zakaria, Senin (23/8).

Kendati demikian, Zakaria memastikan asap tersebut tidak hanya dari Provinsi Riau, tetapi dari beberapa propinsi di Sumatera yang masih dilanda bencana Karhutla.

Zakaria mengingatkan kepada masyarakat untuk membatasi bekerja di luar ruangan. Agar memakai masker bila bepergian dengan motor. Termasuk bila menggunakan kendaraan roda empat yang tidak ber-AC baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

"Namun karena Aceh dalam masa transisi, hujan kita perkirakan akan turun dalam tiga hari kedepan. Hampir seluruh Aceh kita perkirakan asap akan menipis bahkan bisa hilang," tukasnya.

Meskipun begitu ia meminta kepada masyarakat tetap mewaspadai terhadap Karhutla di masa transisi ini, karena cuaca cerah masih berpotensi terjadi di Tanah Rencong.

"Patut juga mewaspadai terhadap Karhutla. Perlu juga saya mengingatkan untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi masuknya musim penghujan," pintanya.

Kata Zakaria, perlu mewaspadai bila musim hujan tiba bencana banjir dan longsor di daerah dataran tinggi. Untuk itu perlu segera menormalisasi sungai untuk bisa mencegah bencana tersebut.

Baca juga:
Kabut Asap Pekat, Sekolah PAUD sampai SMP di Palembang Diliburkan 3 Hari
Dampak Kabut Asap di Padang, Matahari Sampai Berwarna Kemerahan
Analisa BMKG: Asap Berbahaya di Pekanbaru Kiriman dari Jambi
1.182 Titik Panas Terpantau di Sumatera Sabtu Pagi, Jarak Pandang Memburuk
Sumut Siapkan Layanan Kesehatan Bagi Warga Riau yang Mengungsi karena Asap

(mdk/rhm)