Kades di Kabupaten Bandung Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Mafia Tanah

Kades di Kabupaten Bandung Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Mafia Tanah
Kades di Bandung jadi Mafia Tanah. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 29 November 2021 23:34 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar menetapkan seorang Kepala Desa Mandalawangi, Kabupaten Bandung berinisial D sebagai tersangka. Dia diduga menjual aset milik Desa berupa tanah seluas 11.000 meter persegi senilai Rp3,3 miliar.

Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar, Riyono mengatakan penetapan status tersangka kepada D berdasarkan operasi bidang Intelejen melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan mafia tanah.

“Hasil penyelidikan dan penyidikan, Kepala Desa berisial D ditetapkan sebagai tersangka,” kata dia, Senin (29/11).

Riyono menjelaskan, Desa Mandalawangi mempunyai aset berupa objek tanah carik yang sudah turun temurun sejak 1960 Persil 12 dan 13 Blok Pasir Huut yang sebelumnya masuk wilayah desa Bojong Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.

Pada 2018, tersangka D bersama rekannya, berinisial F dan Y sepakat untuk menukar objek tanah yang berasal dari tiga buah akta jual beli (AJB) atas nama AS yang berada di lokasi persil 16 Desa Mandalawangi, menjadi tiga buah objek tanah yang berada di lokasi tanah carik persil 12 Desa Mandalawangi.

D lalu mengistruksikan kepada tim pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) untuk membahas proses penerbitan sertifikat dengan pengajuan atas nama YR pada tanah carik persil 12 di Desa Mandalawangi.

Setelah sertifikat rampung, tersangka D membawanya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan menyerahkannya pada YR. Dalam kasus ini, D dijerat pasal 2, Pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Disinggung mengenai tersangka baru dalam kasus ini, Kasipenkum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil tidak memungkiri potensi tersebut. Pasalnya, pengembangan kasus masih berlanjut.

"Kasus ini akan dikembangan," pungkas Dodi. (mdk/ray)

Baca juga:
Orangtua jadi Korban Mafia Tanah, Dubes RI untuk Papua Nugini Lapor ke Bareskrim
Ahli Waris Minta Mafia Tanah di Sriwedari Diusut Tuntas
Kasus Mafia Tanah Makin Marak, Komisi II akan Usulkan Bentuk Pansus
Kasus Dugaan Penyekapan Kakak Nirina Zubir, Mantan Pengasuh Diperiksa Polisi
DPRD Minta Pemprov Sulsel Lawan Praktik Mafia Tanah di CPI

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami